PURWOREJO – Keramaian dan tebaran sampah seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Rendahnya kepedulian masyarakat menjadikan petugas kebersihan harus ekstra kerja keras.

Perhelatan karnaval PAUD/TK dalam rangka HUT ke-71 RI di Alun-Alun Purworejo, tetap saja memberikan pemandangan sama saban tahunnya. Separuh Alun-Alun terlihat sampah berserakan, demikian halnya sepanjang rute perjalanan.

Aspiyatun, PNS di Setda Purworejo mengatakan sekolah peserta karnaval masih sedikit yang peduli dengan sampah. Bahkan menyediakan tempat sampah khusus pun tidak dilakukan.

“Kalau kesulitan mengajak masyarakat umum, dari anak bisa diawali di mana sekolah memberikan pengertian kepada anak untuk tidak membuang sampah sembarangan,” katanya kemarin (23/8).

Konsekuensi dari ajakan itu, lanjut Aspiyatun, sekolah bisa memanfaatkan kardus-kardus tempat makanan guna menampung sampah. Jika semua melakukan itu, kebersihan akan terjaga dan tidak ada sampah berceceran di kawasan Alun-alun Purworejo.

Andi Susanto, warga Desa Seren, Kecamatan Gebang, Purworejo memiliki pandangan berbeda untuk meminimalisasi keberadaan sampah keramaian. Pemkab diminta menambah titik penampungan sampah sementara.

“Di titik yang rawan terjadi pengumpulan sampah dipasang tong-tong sampah portabel ukuran besar. Dengan terlihat adanya tempat sampah seperti itu akan mendorong guru lebih peduli dan mengarahkan anak membuang sampah pada tempatnya,” kata Andi.

Selain itu, panitia karnaval juga diminta untuk memberikan edaran atau terus menyuarakan ajakan tidak membuang sampah sembarangan. “Pasti kalau ada saling pemahaman dari panitia dan peserta, pemandangan rutin tahunan itu bisa ditekan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan DPU Purworejo Mulyono mengakui jika setiap ada keramaian dipastikan volumen sampah akan meningkat. Pihaknya telah mempersiapkan pasukannya untuk melakukan pembersihan begitu hajatan selesai.

“Seperti karnaval TK pagi hari ini (kemarin, Red) ya pegawai kami akan kerja dua kali pagi hari seperti biasa dan setelah karnaval selesai. Intinya kami tidak akan membiarkan sampah berceceran terlalu lama,” kata Mulyono. (udi/laz/ong)