SLEMAN – Tim Gegana Polda DIJ melakukan penyisiran di lokasi ditemukannya puluhaan amuniasi dan granat di sebuah rumah di kawasan Rejodani, Ngaglik, Sleman kemarin (24/8).

Amunisi dan granat tersebut sehari sebelumnya ditemukan oleh para pekerja yang tengah melakukan pengerjaan pembangunan rumah.

Kapolsek Ngaglik Kompol Riyanto menerangkan, dari TKP ditemukan 3 buah granat dan 67 proyektil. Kepolisian masih akan lebih jauh kondisi granat.

“Kami belum bisa memastikan karena ketika ditemukan sudah terbungkus karat,” jelas Riyanto.

Menurut dia, bila dilihat dari lokasi ditemukannya granat, besar kemungkinan granat tersebut peninggalan jaman dulu. Sebab dari informasi yang beredar, rumah tua tempat ditemukannya granat tersebut merupakan bangunan peninggalan Jepang.

Hasil penyisiran tim Gegana, dipastikan lokasi sudah steril dan tidak ada granat yang tersisa. Sehingga, pemilik rumah tidak perlu was-was untuk melanjutkan pengerjaan rumah.

Dari informasi yang dihimpun granat dan proyektil tersebut ditemukan oleh Tono, salah satu pekerja.

Benda tersebut, ditemukan dalam timbunan tanah.

Pemilik rumah Sukiyanto, 39 menjelaskan, benda tersebut ditemukan di kedalaman 40 centimeter. Pertama kali para pekerja menemukan 44 selongsong peluru. “Setelah digali lagi, baru ditemukan granat,” jelasnya.

Kondisi granat, jelaasnya, sudah tidak jelas bentuknya karena tertutup tanah dan karat. Para pekerja, tidak berani membersihkan kondisi granat itu.

“Hanya dipukul-pukul saja, karena takut akhirnya kami melaporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Dia menyebut, rumah tua miliknya, dibel dari seseorang beberapa waktu lalu. Karena kondisinya sudah cukup tua, dirinya bermaksud membangun kembali rumah tersebut untuk ditinggali. “Rencana memang mau dibuat rumah pribadi,” jelasnya. (bhn/ong)