JOGJA – Dilantiknya Budi Antono sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo di Bangsal Kepatihan, kemarin (24/8), diharapkan membawa angin segar di Bumi Binangun. Terlebih Anton, sapaannya, dianggap sudah memiliki pengalaman sebagai penjabat bupati.

Ya, Anton memang pernah menjabat sebagai Pj Bupati Gunungkidul periode Juli 2015 hingga Februari 2016. Saat menjabat selama tujuh bulan, prestasinya dinilai baik. Anton berhasil membawa Kabupaten Gunungkidul meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk pertama kalinya.

“Pembenahan internal ke arah good governance harus menjadi perhatian penjabat bupati,” ujar Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X usai pelantikan di Bangsal Kepatihan kemarin.

Pengalaman itu pula yang diharapkan HB X bisa dipraktikkan di Kulonprogo. HB X juga meminta Anton untuk mengawal penganggaran pelaksanaan Pilkada pada Februari 2017 nanti. Dari total sekitar Rp 14,3 miliar terbagi Rp 7,5 miliar pada APBD 2016, sedangkan sisanya pada APBD Perubahan 2016.

Sedangkan terkait dengan rangkap jabatan, hal itu mengacu pada Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri Nomor 131.34-6198/2016. Menurut HB X, alasan Kemendagri supaya penjabat tidak melepas jabatan definitif saat ini, karena melihat pengalaman Pilkada serentak 2015 lalu. “Mungkin belajar dari Pilkada serentak di Jawa lalu, kalau semua penjabat dari tingkat I harus dengan Plt, bisa habis kepala dinasnya,” ujarnya.

Prestasi Anton membawa Gunungkidul meraih WTP membuat Bupati Kulonprogo sebelumnya Hasto Wardoyo yakin dengan kepemimpinannya. Termasuk dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). “Beliau kan sudah spesialis jadi penjabat bupati. Sebelumnya di Gunungkidul juga sukses, kami menyambut kedatangan Pak Anton di Kulonprogo,” ujar Hasto.

Anton mengaku, meski akan rangkap jabatan hingga tahun depan, hal itu bukan persoalan. Anton mengatakan, akan melakukan konsolidasi dengan Pemkab Kulonprogo maupun Disperindag DIJ. Selama tidak perlu kehadirannya, bisa diwakilkan sekda atau jajaran di bawahnya akan didelegasikan. “Kalau wajib menghadiri, saya akan datang. Tinggal pembagian tugas, siapa berbuat apa,” ujarnya.

Anton mengaku juga akan melakukan komunikasi informal dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo sebelumnya. “Apa yang belum atau harus dikerjakan dalam masa transisi ini,” jelasnya. (pra/ila/ong)