POSTURNYA yang tinggi semasa SMA langsung dilirik pelatih basket memperkuat tim basket putra sekolahnya. Kala itu sekolahnya kekurangan pemain untuk suatu kejuaraan.

Ajakan tersebut diterima Dewanta Aji Putra dengan semangat. Semangat berlatih basket nyatanya masih ia pupuk hingga kini.

First team Coach dari SMA Budi Mulia Dua Jogja (BMD) ini punya karakter tersendiri saat melatih tim SMA BMD. Diawali menjadi asisten sampai menjadi head coach untuk SMA BMD bertanding di Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 mengantarkan timnya hingga babak semifinal.

Baginya menjadi coach tak sekadar melatih skill bermain bola basket karena dirinya paham bahwa pemain yang bagus adalah yang mampu menyeimbangkan keterampilan bermain dengan good atitude saat bermain. Kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan yang selalu ia bangun dengan tim yang ia latih.

Cowok penggemar tim Chicago Bulls mengaku setiap anak adalah istimewa. Mendalami setiap karakter pemain basketnya adalah tujuan utama pelatih agar dapat dekat dengan pemainnya.

Karena setiap pemain memiliki karakter yang berbeda dan akan berbeda pula pendekatannya. Bahkan dirinya sampai membaca buku tentang psikologi guna memperkaya ilmu untuk memahami karakter seseorang.

Tujuannya jelas agar pelatih dapat masuk dalam lingkaran permainan. “Karena saat pemain nyaman dengan pelatih maka akan sangat mudah mentransfer ilmu maupun pola permainan pada tim tersebut,” kata Aji.

Empat elemen penting dalam bermain basket menurut cowok kelahiran 28 April ini adalah latihan, kekalahan, pertandingan, dan kemenangan. Tim yang unggul dapat dipastikan sering melakukan latihan.

Belajar memahami pola dan juga memperkuat kekompakan antara emain satu dengan pemain lainnya. Tak jarang usai latihan ataupun bertanding coach mengajak diskusi pemainnya tentang permainan tim agar ada masukan untuk coach dan pemainnya.

“Ada komunikasi dua arah. Bukan hanya coach saja yang memberikan masukan. Tapi mencoba melihat dari kaca mata pemain,” jelasnya.

Coach Aji juga tak segan-segan membuat komitmen kepada tim yang diajarkannya dengan mematok target tim. Agar semangat dalam berlatih dan pantang menyerah.

Berbekal ilmu yang didapat semasa kuliah coach alumni Fakultas Keolahragaan UNY ini mengaku dapat menerapkan ilmu-ilmu yang didapat semasa duduk di bangku kuliah tersebut pada saat melatih tim basket.

Terpilih menjadi first team coach Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 merupakan hadiah terindah baginya. Meski menghitung hari lagi menuju DBL Camp di Surabaya dirinya menyempatkan diri untuk membaca buku-buku kepelatihan dan blog.

Sharing dengan coach yang pernah terpilih ke DBL Camp. “Saat bertemu dengan coach lainnya tak malu buat belajar bareng bagaimana perkembangan basket saat ini. Semoga di DBL Camp nanti dapat memberikan performa yang maksimal,” kata Aji. (rin/iwa/ong)