GUNUNGKIDUL – Pengelola Global Geopark Gunungsewu Indonesia merapatkan barisan. Tiga pengelola masing-masing Pacitan, Wonogiri dan Wonosari (Pawonsari) mewacanakan evaluasi kegiatan dalam setahun terakhir.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbubpar) Gunungkidul, Hery Sukmono mengatakan, sebelum menerima evaluasi dari UNESCO, pengelola Pawonsari lebih dulu akan melakukan evaluasi internal.

“Evaluasi dari UNESCO berlangsung 31 Desember 2019, sementara kami akan melakukan evaluasi kegiatan akhir tahun ini,” kata Hary kemarin (24/8).

Dijelaskan, evaluasi internal dilaksanakan supaya 10 fungsi geopark yang nanti masuk dalam penilaian UNESCO dapat terpenuhi dengan baik. Di antara fungsi-fungsi itu antara lain, edukasi, konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Hary, sosialisasi terus digencarkan salah satunya dengan memberikan materi tentang Geopark Gunungsewu melibatkan sejumlah kalangan, diantaranya pelajar. Dengan begitu masyarakat menjadi tahu dan paham apa itu geopark.

“Nah, melalui evaluasi internal, kami menjadi tahu kegiatan apa saja yang sudah dilakukan, termasuk mencari jalan keluar jika ada problem,” ujarnya.

Tujuan kegiatan ini salah satunya agar generasi muda lebih mengenal kawasan Geopark Gunungsewu. Selain itu memberikan motivasi agar generasi muda dapat mengambil manfaat, serta menjaga kelestarian kawasan geopark khususnya di wilayah Gunungkidul.

“Kementerian ESDM juga menggelar sosialisasi kawasan geopark di Gua Pindul Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. Sementara saya sosialisasi di geoproduk Kampung Emas Plumbungan, kawasan pendukung Gunung Api Purba,” ujarnya. (gun/iwa/ong)