SLEMAN – Jenazah pelaku pencabulan Teguh Umbartono alias Pakde, 46, telah diotopsi di RS Sardjito, Selasa (23/8). Proses otopsi dilakukan oleh dokter foresik Hendro Widagdo bersama empat dokter lainnya.

Kepala Bagian Hukum dan Humas RS Sardjito Trisno Heru Nugroho mengatakan, sebelumnya jenazah diantar ke rumah sakit dengan mobil ambulans RS Bhayangkara Polda DIJ. Jenazah tersebut diantar atas nama anggota Polres Sleman. Sesampainya di rumah sakit, jenazah diminta dilakukan otopsi luar dan dalam.

“Otopsi tersebut dilakukan selama dua setengah jam. Mulai 14.25 sampai 17.00,” katanya kepada wartawan, Rabu (24/8).

Namun, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail hasil otopsi yang telah dilakukan. Dia hanya mengatakan ada luka bekas tusukan benda tajam yang berada di tubuh pria asal Desa Blaru, Pati, Jawa Tengah itu. “Tidak bisa kami publikasikan. Tapi yang pasti ada luka di bagian dadanya,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, setelah proses otopsi jenazah selesai, tak berselang lama langsung diambil kembali pihak kepolisian. Jenazah tersebut, kata Heru, dipulangkan ke rumahnya di Pati pada Selasa malam (23/8).

Sebelumnya, Teguh yang dilaporkan telah melakukan sodomi dan pencabulan terhadap puluhan pelajar laki-laki itu ditangkap di Kabupaten Pati, Senin sore (22/8). Dia dilaporkan oleh tiga korbannya pada Mei 2016 lalu. Saat dibawa dari Pati ke Jogja, dia melakukan aksi bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya di SPBU Sambung, Payaman, Secang, Kabupaten Magelang, Selasa pagi (23/8). (riz/ila/ong)