GUNUNGKIDUL – Realisasi penerimaan pajak daerah di Gunungkidul per Agustus tahun ini sudah mendekati target. Namun, pajak mineral bukan logam pemasukannya masih minim, sangat sulit terpenuhi walau sampai tutup tahun.

Kabid Pendapatan dan Pengawasan DPPKAD Gunungkidul, Mugiyono mengatakan, target penerimaan pajak 2016 sebesar Rp 32,8 miliar. Sementara hingga Agustus realisasi sudah masuk sebesar Rp 20 miliar atau 61,33 persen.

“Ada 10 jenis pajak yang kami tangani. Target sebesar itu optimistis dapat terpenuhi sampai empat bulan ke depan,” kata Mugiyono kemarin (24/8).

Dia menjelaskan, realisasi penerimaan pajak daerah tersebut tercatat hingga per 22 Agustus 2016. Secara umum, sampai triwulan kedua semua tercapai kecuali pajak mineral bukan logam, karena sebagian besar belum berizin. “Dari target Rp 310 juta baru teralisasi Rp 600 ribu atau 0,19 persen,” ujarnya.

Namun untuk target dari jenis hotel sebesar Rp 205 juta terealisasi Rp 233 juta atau 113,85 persen. Pajak restoran target Rp 2,5 miliar terealisasi Rp 1,8 miliar atau 70,97 persen. Pajak hiburan target Rp 36,2 juta teralisasi 40 juta atau 110. 84 persen.

“Khusus untuk jenis pajak pertambangan targetnya akan kami ubah atau dikurangi, karena walau sampai akhir tahun kecil kemungkinan target dapat terpenuhi,” terangnya.

Menurut Mugiyono, sekarang proses perizinan pertambangan ada di gubernur. Sampai kemarin baru ada satu yang berizin dan masuk pada pendapatan bulan Agustus. Meski proses perizinan ada di provinsi, pajak tetap masuk di daerah.

“Namun karena sampai sekarang masih banyak penambang yang belum memiliki izin, target pajak sulit terealisasi,” ungkapnya.

Dengan kondisi demikian, dia mengaku kesulitan untuk optimistis bisa mencapai target. Tidak ada jalan lain, maka dalam APBD Perubahan nanti, target pajak dari jenis pertambangan bakal ditekan atau dikurangi. (gun/iwa/ong)