BANTUL – Pemkab Bantul tak mensia-siakan kemajuan teknologi dewasa ini. Demi mempermudah wajib pajak (WP) kemarin (24/8) pemkab melaunching aplikasi pajak bumi dan bangunan (PBB) online. Cukup dengan mengakses https://pbb.bantulkab.go.id WP langsung bisa mengetahui berapa nilai tunggakan pajak.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bantul Didik Warsito menyebut ada banyak keunggulan dalam aplikasi PBB online ini. Cukup dengan memasukkan nomor objek pajak (NOP) pada kolom yang tersedia, WP dapat melihat nilai pembayaran PBB. Juga, data pembayaran PBB selama lima tahun terakhir.
”Semua tampak. Baik yang sudah lunas atau belum,” jelas Didik di sela launching PBB Online di gedung Parasamya kemarin.

Tak hanya itu. WP juga sekaligus dapat mengoreksi data-data terkait objek pajak miliknya. Bahkan, WP juga dapat merubah data objek pajak. Misalnya, memecah atau menggabungkan objek pajak. Kendati begitu, Didik menjelaskan, perubahan data objek pajak ini tetap harus ditindaklanjuti lagi. Dengan melalui serangkaian proses di kantor DPPKAD.
”Seperti mengisi blangko dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dengan kemudahan ini, Didik berharap kesadaran WP di Bantul membayar kewajibannya meningkat. Sejurus kemudian, target PBB pun ikut tercapai. Didik menargetkan capaian PBB pada tahun ini sebanyak Rp 39 miliar. Per 18 Agustus yang tercapai baru Rp 21,6 miliar.

“Pada triwulan pertama hingga kedua sekitar Rp 8,9 miliar. Kemudian, triwulan ketiga baru Rp 12,7 miliar. Dari target Rp 21,2 miliar,” bebernya.

Kendati berani melaunching PBB online, Didik tak menampik masih terbuka perubahan data NOP. Menyusul perbaikan data yang akan dilakukan DPPKAD.
”Data yang kami masukkan yang terakhir kami update,” tambahnya.

Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi terobosan DPPKAD. Sebab, DPPKAD peka terhadap perkembangan teknologi. Karena itu, Suharsono berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini. Apalagi, fasilitas ini dapat diakses melalui smartphone.
”Dengan kemudahan ini target tercapai. Syukur-syukur bisa melampaui,” tuturnya.(zam/ong)