KULONPROGO– Gelaran Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Champion-ship Regional Kabupaten Kulonprogo di Lapangan Pengasih, berakhir Selasa (23/8) lalu.

Kegiatan ter-sebut berlangsung sukses dan menetapkan 10 regu putra dan 10 regu putri untuk mewakili Kabu-paten Kulonprogo di final provinsi.

Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kulonprogo Mudopati P menyebutkan semua rangkaian kegiatan mulai hari pertama hingga akhir acara berjalan lan-car. Kesuksesan ini menurutnya berkat kepedulian, kerjasama dan kerja keras semua pihak.

“Itu termasuk para peserta yang telah berkompetisi dengan sportif dan berjuang dengan semangat tinggi,” ujarnya.

Mudopati berharap, gelaran ISC ini akan memberi dampak positif bagi para peserta. Banyak pengalaman yang menarik dan ilmu yang berguna dalam gelaran ini.

Dan diharapkan, mereka yang terpilih untuk mewakili Kulonprogo di final provinsi bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Kulonprogo.

“Terima kasih ISC sudah memberi ke-sempatan Kulonprogo ikut dalam kompetisi yang cukup bergengsi ini, semoga menjadi bekal yang bermanfaat bagi anak-anak kami ke depan,” ucapnya.

Menurutnya, banyak nilai positif dalam kegiatan ISC ini. Terutama dalam pembentukan karakter. Terlebih saat ini generasi muda mengalami krisis jatidiri akibat gerusan perkembangan jaman.

Me-nurutnya, dalam Pramuka pintar saja tidak cukup, karakter atau jati diri sebagai orang yang memegang adat ketimuran seperti sopan santun mulai terkikis.

“Para peserta juga nampak antusias mengikuti ge-laran ISC ini, mungkin karena baru kali pertama diselenggarakan di Kulonprogo,” jelasnya.

Tidak hanya peserta tetapi guru dan orang tua juga antusias. Bahkan ada perwakilan dari sekolah yang menanyakan bagaimana kalau pembina pen-dampingnya juga ikut serta. Ini untuk menye-marakkan kegiatan sekaligus mengawasi anak-anak didiknya.

PIC ISC Jateng dan DIJ Roky Maghbal menyatakan, sepuluh regu putra dan putri terbaik yang berhak mewakili Kulonprogo ke babak final provinsi yang rencanananya akan dihelat tanggal 18-20 September 2016 mendatang.

Dalam final provinsi, game yang di-pertandingkan secara garis besar sama seperti game di regional kabupaten. Tetap ada tantangan yang dikemas dalam bentuk game yang menarik, menguji kemampuan dan ketangkasan peserta. Namun, bobot tantangan-nya atau bobot soalnya tentu lebih meningkat.

“Tapi secara garis besarnya tidak jauh berbeda. Hal itu nanti akan kami sampaikan saat technical meeting, yang waktunya kini tengah dibahas dengan Kwarda. Kami juga akan tentukan timeline, technical meeting untuk pelaksanaan final profinsi,” jelasnya.

Para pemenang di tingkat regional kabupaten, lanutnya, harus mempersiapkan diri dengan latihan yang lebih esktra, karena tantangannya juga lebih meningkat dibanding tantangan di regional kabu-paten. (tom/din/ong)