JOGJA – Nasib PPP dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017 memang bergantung dengan partai lain. Namun tak mau ketinggalan kereta, PPP Kota Jogja dengan status dualisme pengurusan sedang menimbang dua kandidat, yakni Haryadi Suyuti (HS) dan Ahmad Syauqi Soeratno.

Bahkan, partai berlambang kakbah tersebut sudah melangkah lebih jauh. Mereka sudah mengunci nama kandidat yang dipilihnya. “Kami sudah mengerucut dengan dua nama itu,” ujar Anggota Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2) DPC PPP Kota Jogja Untung Supriyanto, kemarin (24/8).

Pihaknya juga telah mendengarkan langsung visi dan misi kedua figur tersebut. “Seluruh pengurus dan kader telah kami pertemukan langsung dengan kedua sosok tersebut,” katanya.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Jogja ini menegaskan, partai yang lahir dari fusi beberapa partai Islam saat orde baru tersebut sama sekali belum menentukan nama dari dua kandidat tersebut. “Sampai sekarang posisinya (Syauqi dan HS) masih imbang,” tandasnya.

Untuk menentukan nama terakhir yang akan mereka dukung, partai peraih empat kursi di DPRD Kota Jogja ini tak mau gegabah. Mereka akan mengkaji berbagai peluang terhadap kedua figur tersebut.

“Kami memilih dua nama bakal calon ini untuk mengantisipasi jika tidak mendapat tiket mengusung calon dalam Pilwali 2017,” ujarnya.

Seperti diketahui, PPP Kota Jogja bernasib sama dengan yang terjadi di Kabupaten Sleman dan daerah lain di DIJ. PPP bakal berisiko hukum jika mengusung bakal calon jika hanya memenuhi syarat minimal. Sebab, di DPP PPP kepengurusannya terjadi dualisme.

“Ada banyak pertimbangan. Selain kondisi internal, juga kepentingan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 mendatang,” kata Wakil Ketua DPC PPP Kota Jogja ini.

Nasib PPP di Pilwali 2017 ini memang bergantung dengan partai lain. Jika Partai Gerindra akhirnya memutuskan mengusung Ahmad Syauqi Soeratno dan kader PKS, maka peluang PPP masuk koalisi partai pengusung Syauqi juga sangat besar.

Nama Syauqi meski bukan orang partai politik, bakal meramaikan persaingan menuju AB 1 A. Mantan Manajer Tim PSIM Jogjakarta itu memiliki peluang sama untuk mengantongi restu dari Prabowo.

Tapi, jika Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra memutuskan lain dengan mengusung Haryadi Suyuti (HS), nasib Ahmad Syauqi Soeratno pada pencalonan Pilwali 2017 sudah habis. Otomatis, PPP bakal merapat ke koalisi besar yang selama ini tengah digencarkan HS.

Sang calon petahana, HS, memang telah mendapatkan kepastian. Bapak dua anak itu telah mendapat surat keputusan (SK) dari DPP Golkar untuk maju sebagai calon wali kota. “Sudah ada surat penetapan. Di dalamnya tidak mencantumkan wakil. Makanya, kami di daerah diminta untuk mencari pendamping Pak Haryadi,” kata Ketua DPD I Golkar Kota Jogja Augusnur.

Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja ini menegaskan, komunikasi paling intens memang dengan PAN. Tapi, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan parpol lain. “Kami masih terus melakukan koordinasi,” jelasnya. (eri/ila/ong)