MUNGKID – Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang selalu menunjukkan tren posi-tif dalam peringkat. Kini, uni-versitas kebanggaan warga Magelang ini bertengger di pe-ringkat 87 perguruan tinggi se-Indonesia. Naik 78 tingkat dibanding peringkat sebelum-nya yang berada di urutan 165 dari 1.477 perguruan tinggi.

Ketua Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UM Magelang Suliswiyadi menga-takan, peringkat tersebut ber-dasarkan penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi selama 2013-1015 yang dirilis Direktorat Riset dan Pengab-dian Masyarakat, Ditjen Pen-guatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti pada 18 Agustus.

“Keberhasilan menuju klaster utama merupa-kan capaian yang membang-gakan,” ujarnya kemarin (24/8).

Implementasi di UM Magelang berupa karya ilmiah dosen yang terpublikasi pada jurnal inter-nasional terindeks Copus. Serta Thomson Reuters yang memi-liki impact factor yang cukup signifikan.

“Juga dalam pening-katan tata kelola LP3M UM Ma-gelang yang mulai mengimple-mentasikan 12 prosedur mutu sebagai standar minimal mana-jemen kelembagaan penelitian,” lanjut Suliswiyadi.

Hal itu diperkuat dengan sum-ber daya manusia (peneliti) dalam upaya meraih hibah Ke-menristek Dikti atau lainnya. Pengumpulan data dengan kerja tim turut berperan dalam upaya meraih hasil signifi-kan.

“Last but not least adalah faktor revenue institution bidang penelitian berbasis riset yang telah berkontribusi pada hasil penilaian tersebut,” ucapnya.

Dikatakan, anggaran sebesar Rp 6 miliar yang diberikan Ditjen Dikti akan digunakan untuk men-danai penelitian yang dikelola secara otonom dan akuntabel se-lama tiga tahun.

Dengan demikian, UM Magelang dapat memaksi-malkan kualitas penelitian dosen yang dapat berimplikasi pada pe-ningkatan output mahasiswa.

Lebih lanjut, Suliswiyadi menu-turkan, beragam prestasi yang diraih institusinya menandai semakin mapannya UM Ma-gelang sebagai perguruan tinggi terbaik di wilayah eks Karisidenan Kedu.

Sehingga bisa disejajarkan dengan lem-baga pendidikan mapan lainnya.Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo menambahkan, Kemen-terian Ristek Dikti membagi per-guruan tinggi dalam empat klas-ter. Yakni mandiri, utama, madya, dan binaan.

Dari 1.477 PT di In-donesia, 25 diantaranya bersta-tus mandiri. Sementara 73 per-guruan tinggi kategori utama, 160 madya, dan 1.219 binaan.

“UM Magelang termasuk dalam klaster utama,” ujarnya.

Penilaian kinerja perguruan tinggi dilakukan setiap tiga ta-hun sekali. Berdasarkan indi-kator capaian dalam penelitian.

Diantaranya, sumber daya, ma-najemen, dan luaran penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan.Sumber daya yang dimaksud adalah manusia, kelembagaan, dan fasilitas penunjang, serta pendanaan.(ady/yog/ong)