MUNGKID – Upacara bendera setiap Senin merupakan salah satu bentuk penanaman nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Keteguhan menjaga semangat kebangsaan dan kebhinekaan untuk menjalin dan merekat tenun kebangsaan. Dengan demikian mampu membuka terhadap perbedaan bahasa, suku, agama, dan golongan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan menyatakan, terdapat beberapa contoh upaya penanaman nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Di antaranya mengenalkan beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan.

“Membiasakan perayaan hari besar nasional dengan mengkaji atau mengenalkan pemikiran dan semangat yang melandasinya. Melalui berbagai media dan kegiatan,” katanya saat menjadi narasumber seminar nasional di SMA Van Lith, Muntilan, kemarin (25/8).

Acara ini merupakan seminar “Pendidikan Karakter” dalam perspektif tokoh-tokoh pendiri lembaga pendidikan untuk menyiapkan Indonesia 2035. Selain Anies Baswedan, ada tiga pembicara lain yang dihadirkan yakni Ketua Umum Pawiyatan Luhur Taman Siswa Prof Dr Sri Edi Swasono, Prof Dr Abdul Munir Mulkhan SU dari Muhammadiyah dan Rm FX Sukendar Wignyosumarta Pr dari Keuskupan Agung Semarang.

Menurut Anies, untuk membentuk generasi muda berkarakter tidak hanya diperlukan peran sekolah. Namun harus melibatkan orang tua dan masyarakat. Selain itu, perlu pembiasaan baik agar ke depan menjadi sebuah budaya. “Penanaman nilai kebangsaan dan kebhinnekaan juga diperlukan untuk menjalin dan mempererat kerukunan,” kata mantan rektor Universitas Paramadina ini. (ady/laz/ong)