JOGJA – Hingga saat ini masih terdapat 10 calon jamaah haji (calhaj) asal DIJ yang belum berangkat ke tanah suci. Dari 10 calhaj itu, empat di antaranya batal berangkat, sedangkan enam orang yang lain keberangkatannya tertunda.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIJ Noor Hamid mengatakan, dari 2.484 calhaj asal DIJ tahun ini, belum semuanya berangkat. Empat calhaj yang batal berangkat karena mengundurkan diri dan sakit. “Yang resmi batal berangkat ada empat calhaj,” ujarnya kemarin (25/8).

Menurutnya, empat calhaj yang batal terbang ke Tanah Suci karena mengundurkan diri adalah Sutarto Harjo Dikromo, alamat Plumbon, Sindumartani Ngemplak, Sleman dan Moh. Thoha Abdul Djabar, warga Gedungkiwo, Mantrijeron, Jogja. Sedang dua calhaj yang batal berangkat karena sakit yakni Harjani Taroji Abdul Rahim, warga Timburejo, Krodan Maguwoharjo, Sleman dan Sri Pujiati Surachman, warga Cebongan Lor, Tlogodadi, Mlati, Sleman.

Hamid mengatakan, Harjani Taroji gagal berangkat karena sakit gagal ginjal, sedangkan Sri Pujiati menderita kanker. Sedangkan Sri Pujiati Surachman berusia 70 tahun, dari hasil rekomendasi RS Moewardi Solo dan Tim Kesehatan Embarkasi, yang bersangkutan tidak laik terbang. Alasannya karena kondisi fisik tidak bisa jalan dan harus dipapah bila buang air dan besar. Sedangkan pihak keluarga tidak ada yang mendampingi. “Keputusan PPIH Embarkasi Solo memutuskan Sri Pujiati tidak diberangkatkan,” ujarnya.

Untuk enam calhaj asal DIJ sampai saat ini masih tertunda pemberangkatannya. Keenam calhaj yang masih tertunda adalah tiga pasang suami istri. Mereka adalah pasangan Komarudin dan Herawati, rencana diberangkatkan dengan kloter terakhir 74 pada 5 September pukul 13.30 dengan GA 8108. Pasangan suami istri lainnya adalah calhaj kloter 28 SOC asal kulonprogo, Ahmad Nurpat Nurachman sakit gagal ginjal, dan istrinya ibu Anis Eni Purwati. “Rencananya diterbangkan bersama kloter 49 SOC Kabupaten Tegal dan Batang pada 29 Agustus,” ujar Hamid.

Kemudian pasangan suami istri adalah Aruji Siswanto dan Indriawati, asal Perum Jatimas Permai Balai Catur, Gamping, Sleman, kloter 25. “Saat ini masih menunggu revisi visa yang salah,” tambahnya. (pra/laz/ong)