GUNUNGKIDUL – Upaya pemerintah melindungi pasar tradisional dari gempuran pasar modern terus dilakukan. Tahun ini, Pemkab Gunungkidul mengucurkan miliaran rupiah demi perbaikan sarana dan prasarana.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Gunungkidul, Widagdo mengatakan, gelontoran anggaran dialokasikan untuk rehabilitasi pasar. Pembenahan sarana dan prasarana tersebut diharapkan mampu bersaing dengan pasar modern.

“Pasar modern tidak bisa dibendung, untuk itu pasar tradisional harus berbenah. Tahun ini kami anggarkan Rp 6,2 miliar untuk rehab pasar,” kata Widagdo kemarin (25/8).

Salah satu poin penting yang harus dimiliki pasar tradisional agar tidak terpuruk adalah faktor kenyamanan dan kemanan. Jika masyarakat sudah merasa senang dan terjamin keamanan secara otomatis nafas pasar tradisional makin panjang.

“Kemampuan pedagang dalam fungsi melayani juga akan kami bina. Pembeli itu raja, kurang lebih begitu hendaknya dimaknai,” ujar Widagdo.

Menurut dia, jika masyarakat sudah nyaman dan aman, hal lain yang tidak boleh dilupakan adalah faktor kebersihan. Imej bahwa pasar tradisional identik dengan banyak sampah harus dihilangkan.

“Caranya, dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Menata dagangan supaya rapi, kan dilihat jadi menarik, pembeli juga nyaman,” kata Widagdo.

Hal lain yang tak kalah penting adalah kebersihan musala hingga sarana mandi cuci kakus (MCK). Tidak hanya pedagang, masyarakat yang berkunjung juga harus turut menjaga kebersihan. Jika semua bersinergi, dia yakin pasar tradisional akan selalu menarik.

“Pasar yang akan direhab masing-masing Pasar Baran, Mentel, Klampok, Wonontoro, Jepitu, Grogol, Pasar Hewan Siyono dan Jimbaran,” ujarnya.

Mengenai penataan pasar, diwacanakan untuk jenis buah, sayuran dan daging menempati los pasar tersendiri. Pemisahan tersebut mempermudah pembeli bertransaksi dan leluasa beraktivitas. (gun/iwa/ong)