JOGJA – Perkembangan mode busana muslimah mendapatkan banyak atensi dari masyarakat. Melihat itu, sepuluh desainer dari komunitas Jogja Muslimah Preneur membuat karya busana muslim yang mengusung motif batik tulis yang diberi nama Hijjapelago.

Hijjapelago ini mengusung kisah, tempat, dan tokoh bersejarah di seluruh Nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Hal tersebut menjadikan karya ini apik dengan filosofi di dalamnya. Karya-karya busana muslim ini ditampilkan dalam Jogja Fahsion Week (JFW) 2016, kemarin (24/8).

Salah satu desainer Jogja Muslimah Preneur, Suwantin Kusuma Ayu, 25, mengatakan, tujuan mengangkat kisah-kisah dari penjuru Nusantara sebagai bentuk usaha mengembangkan mode muslimah yang syarat dengan sentuhan budaya Indonesia. “Sebagai brand baru kami tidak ingin menampilkan hasil karya yang biasa-biasa saja. Salah satu kisah yang kami angkat yang mengandung pesan moral didalamnya,” terangnya.

Suwantin dan teman-temannya juga mendapat inspirasi dari garis linear Keraton Jogja, Gunung Merapi hingga Pantai Selatan. Ditambah dengan beberapa cerita rakyat, seperti kisah Kumala Hayati dari Aceh dan Sumur Gemuling dari Jogjakarta. Dengan hasil karya yang sudah mereka buat, harapannya dapat mewujudkan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia. (cr1/ila/ong)