SOSIALISASI: Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung dan Anggota Dikmas Lantas Polres Bantul, Bripka Dhanang Purwono saat sosialisasi di SMA UII Jogja, Jumat (26/8). (Foto: Ahmad Riyadi/Radar Jogja Online).
BANTUL – PT Jasa Raharja kembali melanjutkan road show go to school. Jumat (26/8) kemarin PT Jasa Raharja DIJ bersama Satlantas Polres Bantul menyambangi SMA UII di Jalan Sorowajan, Banguntan, Bantul. Kepada para siswa dan guru sekolah setempat, Humas PT Jasa Raharja DIJ, Wahyu Agung mengatakan setiap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum berhak mendapatkan santunan dari PT Jasa Raharja.

Santunan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab PT Jasa Raharja sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan yang dimaksud adalah UU Nomor 33 Tahun 1964 dan UU Nomor 34 Tahun 1964.

“Sekarang pengurusan santunan Jasa Raharja lebih mudah, cepat, dan efisien. Warga yang menjadi korban kecelakaan dan dirawat di rumah sakit kini tidak perlu lagi membayar biaya perawatan sendiri. Sebab, Jasa Raharja akan membayar biaya perawatan langsung ke rumah sakit hingga mencapai maksimal Rp 10 juta,” kata Wahyu.

Disinggung mengenai nilai santunan? Wahyu menerangkan, nilai santunan bervariasi yaitu maksimal Rp 10 juta untuk korban kecelakaan angkuta darat dan laut yang mengalami luka-luka dan maksimal Rp 25 juta untuk korban yang mengalami luka-luka pada peristiwa kecelakaan moda angkutan udara.

“Korban meninggal kecelakaan darat dan laut Rp 25 juta dan Rp 50 juta untuk korban kecelakaan moda angkutan udara,” jelas Wahyu.

Anggota Dikmas Lantas Polres Bantul, Bripka Dhanang Purwono mengingatkan kepada para siswa untuk selalu berhati-hati dan mentaati rambu lalu lintas ketika mengendarai sepeda motor di jalan raya. Bagi siswa yang belum memunyai SIM, Dhanang meminta para siswa untuk tidak nekad mengendarai sepeda motor. Sebab, bila ketahuan polisi lalu lintas maka akan dikenai sanksi tilang hingga pidana.

“Yang belum punya SIM jangan bawa sepeda motor ketika ke sekolah atau bepergi. Jika nekad mengemudikan sepeda motor di jalan raya akibatnya bisa fatal yaitu kecelakaan,” kata Dhanang.

Selain itu, Dhanang meminta kepada para siswa dan guru supaya tidak menggunakan telepon genggam ketika sedang mengemudikan sepeda motor di jala raya. “Jangan sekali-kali menerobos lampu merah. Nanti akibatnya bisa fatal seperti tabrakan atau jatuh,” jelas Dhanang. (ama/dem)