JOGJA – Belum ada jaringan fiber optic (FO) menjadi masalah tersendiri dalam menjual produk IndiHome. Ini karena kualitas yang dijanjikan Telkom belum mampu dipenuhi jika jaringan yang dipakai masih memakai jaringan kawat tembaga. Belum lagi calon pelanggan yang menginginkan memasang IndiHome, namun rumahnya belum ada jaringan.

Kini, semua tidak menjadi masalah lagi. PT Telkom Indonesia Tbk (PT Telkom) dalam upaya meningkatkan layanan IndiHome di Jateng dan DIJ melakukan Kick Off Indihome DTH Trans Vision di Aula Gedung Telkom, Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Jogja, kemarin (25/8).

Deputy Executive Vice President (DEVP) Telkom Regional IV Jateng dan DIJ Firdaus Roeswandi mengatakan, produk IndiHome DTH (direct to the home) diluncurkan bekerja sama dengan Trans Vision untuk melayani wilayah Telkom Regional IV Jateng dan DIJ yang belum terjangkau jaringan fiber optic (FO). Ini meliputi wilayah Semarang, Solo, DIJ, dan Magelang.

“IndiHome DTH Trans Vision melengkapi produk IndiHome Fiber yang telah eksis sebelumnya. Sasaran IndiHome DTH Trans Vision adalah demand pelanggan yang alat produksinya atau jaringannya masih tembaga alias belum fiber optik (FO),” kata Firdaus.

Sedangkan OVP Consumer Fullfilment PT Telkom Sujito mengatakan, ada 160 ribu yang menginginkan berlangganan IndiHome. Namun terkendala jaringan. “Akan kami listing lagi dan ditawarkan hasil produk ini, sebagai solusi mereka yang belum ada jaringannya,” kata Sujito. (sce/hes/laz/ong)