JOGJA – Hari ketiga perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2016, desainer Philip Iswardono menggelar show tunggalnya bertema Ethnic Code di Jogja Expo Center (JEC), kemarin malam (26/8). Dalam show ini, dia berkreasi dengan sarung yang mempunyai multifungsi dalam penggunaan sehari-hari.

Philip ingin memberikan warna baru dalam karyanya dengan gaya sarung yang berbeda. “Saya ingin mempromosikannya sebagai salah satu busana yang mempunyai ciri khas asli Indonesia,” jelasnya.

Dia juga memadupadankan sarung dengan tenun dan batik untuk lebih menghidupkan tema Ethnic Code. Malam itu dia menampilkan busananya dalam dua sesi, busana colorful dan busana black & white.

“Saya memakai lima material, tenun lurik, tenun Troso Jepara, tenun Goyor Sukoharjo, tenun Tanimbar, dan batik Kelengan khas Jogja,” ungkapnya.

Dia mendapatkan ide yang tak terbatas dalam pengolahan hasil karyanya itu. Gaya busana yang diciptakan juga sangat orisinil dan individual. Mengenai harapannya, Philip ingin sarung menjadi busana yang modern dan trendi secara universal, namun tetap mencerminkan budaya khas Indonesia. (cr1/laz/ong)