MAGELANG – Berbagai rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-66 Jateng dimulai kemarin (26/8). Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau langsung pameran Pesona Produk Kriya Dekranasda Jawa Tengah di Alun-Alun Kota Magelang. Pameran berlangsung sampai Minggu (28/8) besok dengan peserta perwakilan 35 kabupaten/kota se-Jateng.

Ganjar sempat mengaku tertarik dengan beberapa produk yang dipamerkan. Ia menilai ada beberapa produk yang sudah berkualitas dunia. Seperti produk biola dari Kudus dan ban bambu dari Kebumen yang memiliki nilai jual internasional.

“Saya lihat produk ini bagus sekali, tastenya mendunia. Ternyata memang pasarnya sudah ke Australia,” kata Ganjar saat meninjau beberapa stan pameran.

Dia mengatakan, produk gula semut asal Banyumas juga sudah menembus pasar Eropa dan Amerika. Hal ini dinilai produk dahsyat dengan rendah kalori, menyehatkan, dan manis.

Gula semut dijual di Eropa Rp 300.000/kg. Padahal dari pembuat hanya Rp 14.000/kg. “Sudah bagus menembus luar negeri, tapi sayang masih lewat perantara tangan orang Jakarta,” katanya.

Ia menginginkan produk unggulan setiap daerah tidak hanya moncer di tingkat lokal saja, tapi juga bisa mendunia. Pihaknya pun mendorong dengan berbagai upaya sehingga produk lokal bisa berkualitas dan menembus level internasional.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku siap memenuhi keinginan gubernur terkait produk unggulan yang berkelas dunia. Kota Magelang memiliki produk kelas ekspor berupa kerajinan kerang, sarung goyor, dan mainan anak-anak. Terkait e-coomerce ia menilai hal itu baik dan bisa segera direalisasikan.

“Kualitas produk kami tidak kalah dari negara lain. Kerajinan kerang sudah menembus pasar Eropa, Asia, dan lainnya. Bahkan sarung goyor sangat disukai di Timur Tengah dan Afrika,” kata Sigit. (ady/laz/ong)