JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti bersama Karo Ops Polda DIJ Kombespol Bambang Pristiwanto melepas 308 pe-serta Gran Fondo Jawa Pos Prambanan 2016 di Alun-Alun Utara Kota Jogja kemarin Sabtu (27/8).

Sebelum mengibarkan bende-ra start Haryadi Suyuti berharap ajang sepedaan Jawa Pos bisa meningkatkan sektor pariwi-sata di Jogjakarta.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang turut menjadi peserta Gran Fondo bersama istrinya, Siti Atiqoh Supriyanti juga menyambut positif. Bagi Ganjar, Gran Fondo Jawa Pos berpengaruh positif dalam mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kualitas olahraga bersepeda.

“Ini juga bisa menjadi kegiatan sport, sekaligus tourism. Sehingga tidak hanya sehat tapi juga sebagai ajang promosi tempat wisata di Indo-nesia di DIJ dan Jateng. Peserta juga bisa melihat keindahan alam selama perjalanan,” ujarnya.

Menurut Ganjar, event ini memiliki nilai lebih karena diikuti peserta dari mancanegara. Siti Atiqoh sendiri mengaku mulai kecanduan mengikuti kegiatan bersepeda sejak setahun terakhir. Tepatnya setelah ikut kegiatan serupa yang juga dise-lenggarakan Jawa Pos. Ketika itu dengan rute Semarang- Borobudur.

“Tidak ada persia-pan khusus. Tapi kalau Sabtu dan Minggu memang biasa se-pedaan. Kalau di Semarang rutenya cukup menantang se-perti di Ungaran, Bandungan dan Temanggung. Tapi tantan-gannya lebih ke power dan mengatur napasnya,” ungkapnya.

Rute bersepeda di Jawa Tengah dan Jogjakarta, menurut Siti lebih menantang. Jika diban-dingkan Jakarta. Kota-kota besar dengan jalanan datar dianggap-nya kurang menantang.

“Memang kelemahannya kalau di turunan. Agak takut kalau medanya ekstrem. Harus banyak latihan cara mengeremnya,” lanjut Siti.

Dikibarkannya bendera start oleh Haryadi Suyuti menandai dimulainya acara bersepeda yang menempuh jarak 181 kilometer itu. Peserta dihadapkan pada rute menantang yang penuh liku dan naik-turun.

Sebelum mencapai finish di Kompleks Candi Prambanan, peserta Gran Fondo harus me-lahap tiga pitstop di Pantai Glagah, Waduk Sermo, dan Balai Desa Sumber Rejo. Bagi Rosli Tajuddin, cyclist asal Brunai Darusalam, Grute ran Fondo Jawa Pos Prambanan mampu memberinya kepuasan tersendiri.

Tanjakan, turunan, bukit, hingga persawahan yang terhampar cukup memukaunya. Terlebih keindahan Candi Prambanan yang seolah mampu men-jadi penyangga dahaga wajah lelahnya yang penuh keringat.

“Endingnya sangat luar biasa, indah sekali,”ujarnya. Ini bukan yang pertama kali pria pecinta gowes ini meng ikuti event sepedaan di Indonesia. Namun, diakuinya Gran Fondo paling istimewa dan begitu mem-bekas dalam benaknya.

“Sangat unik, berbeda dari yang lain,”ujarnya yang baru pertama kali menginjakan kaki di Jogja-karta ini. (riz/dya/yog/ong)