SLEMAN – Pertandingan PSS Sleman melawan Madiun Putra, Sabtu petang (27/8) menjadi laga sarat emosional.

Ajang itu sekaligus menjadi momen penting bagi punggawa Super Elang Jawa, sebutan tim PSS, untuk mengenang almarhum Supardjiono, direksi PT Putra Sleman Sembada (PSS) yang meninggal dunia pada Rabu (24/8) dalam usia 54 tahun.

Usai pertandingan yang berakhir imbang 1-1, ribuan suporter PSS yang memadati Maguwoharjo Interna-tional Stadium (MIS) menggelar seremonial untuk menghormati mantan ma-najer PSS tersebut
Pemain, official, dan Aditya Hermawan Wicaksono (putera Supardjiono) berangkulan mengapit altar dengan foto al-marhum. Lagu Endang Soekam-ti berjudul “Sampai Jumpa” mengiringi prosesi itu.

Bahkan, Manajer PSS Sleman dr Arif Juli Wibowo dan pelatih Seto Nurdiantoro pun tak kuasa menitikan air mata.

Menurut Seto, banyak hal yang memengaruhi pertandingan kandang terakhir di fase grup tersebut. Selain karena PSS su-dah pasti lolos ke fase berikutnya, para pemain sempat libur latihan selama dua hari untuk untuk menghormati sosok almarhum yang akrab dipanggil Paman Pardji.

“Menit-menit awal kami belum menemukan cara bermain. Tapi setelahnya berjalan seperti yang kami inginkan. Bola sudah mulai lancar, tapi peluang be-lum berbuah,” kata Seto seusai laga.

Diakui, hasil akhir belum mak-simal. Kendati demikian, Seto tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya di lapangan.

“Se-belumnya saya sudah ingatkan tidak butuh hasil. Tapi tanamkan semangat, khususnya untuk be-liau (Supardjiono),” ungkapnya.

Dalam laga kemarin, gol tung-gal PSS dicetak Busari lima me-nit setelah turun minum babak pertama. Gol tersebut lahir dari sepak pojok yang diekse-kusi Dicky Prayoga. Tendangan sang kapten di dalam kotak penalti tak mampu diantisipasi penjaga gawang Madiun Putra Endang Subrata.

Sementara gol balasan tim tamu dicetak Erol Simunapendi. Setelah gelandang serang Ma-diun Putra Chandra Waskito berhasil menerobos sektor kiri pertahanan PSS yang dijaga Rama Yoga.

Sejurus kemudian Chandra melepaskan umpan silang ke arah Erol Sunu Napendi yang tengah dalam po-sisi bebas. Tak mau buang waktu, Erol segera melepaskan tembakan keras ke arah gawang PSS yang tak mampu dibendung kiper Agung Prasetya.Pelatih Madiun Putra Nova Ari-anto mengaku puas dengan per-mainan anak asuhnya.

Dia menilai PSS adalah tim yang kuat. Terlebih bermain di kandang dengan motivasi bermain berlipat. Namun, Erol cs tetap mampu memberikan perlawanan hingga hasil imbang.

“Cukup puas, men-tal bermain anak-anak sangat kuat. Setelah pertandingan ini kami cuma berharap agar Mar-tapura kalah di dua pertandingan sisa,” ujarnya. (riz/yog/ong)