JOGJA – Jelang laga pamungkas di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B 2016, PSIM Jogja terus membenahi diri. Tim pelatih merasa sangat perlu membenahi mental pemain. Yang utama adalah menjaga mental dan rasa percaya diri tim agar tidak berlebih.

Sebab, overconfident tim di beberapa laga terakhir justru jadi bumerang bagi tim asuhan Erwan Hendarwanto ini.Apalagi, di laga kandang menjamu PSIR Rembang Sabtu (3/9) mendatang, Sunni Hizbullah dkk harus meraih poin penuh.

“Setelah unggul, mereka malah lengah untuk mempertahankan. Ini masih jadi PR anak-anak dan harus diperbaiki sebelum menjamu Rembang besok,”ujarnya.

Menurutnya, anak-anak asuhnya masih terlalu lama merayakan euforia gol yang ter-cipta. Sehingga setelah unggul, mereka terlambat untuk kembali bertahan dan kembali pada pola permainan.

“Mereka seperti terlalu lama larut dalam suasana senang karena gol yang tercipta. Sehingga begitu lawan menyerang balik, kon-sentrasi hilang,”ujarnya.

Kondisi itulah yang terjadi saat ber tandang di kandang Persipur Purwodadi. Unggul satu gol lebih dulu, tidak bisa dipertahankan tim ber-juluk Laskar Mataram. Lengah dan hilang konsentrasi, justru membuat keadaan berbalik sehingga Oni Kurniawan dkk gagal mencuri poin penuh.

Hal serupa juga terulang kembali saat pertandingan persahabatan saat meng-hadapi Tim Nasional (Timnas) U-19. Dua gol yang diciptakan di babak pertama tak mampu membuat PSIM unggul hingga akhir pertandingan.

Di babak kedua, tim asuhan Eduward Tjong mampu menyusul dan mem-buat kedudukan imbang hingga pertandingan berakhir.

“Yang seharusnya bisa unggul, mereka tidak bisa mempertahankan dan justru memainkan bola yang tidak perlu,”ujarnya. (dya/din/ong)