GUNUNGKIDUL – Para guru di Gunungkidul yang selama ini menikmati tunjangan sertifikasi hendaknya bersabar. Pemerintah sedang menjalankan kebija-kan penghematan anggaran melalui pemangkasan anggaran profesi pendidik.

Dana sertifikasi yang untuk sementara dihentikan pencairannya oleh pusat di tahun ini sekitar Rp 52 miliar. Pemerintah pusat beralasan, pemangkasan dilakukan sebagai upaya untuk penghematan ang-garan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Nasio-nal Perubahan 2016.

Kepala Bidang Anggaran Dinas Pendapatan Penge-lolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Gunung-kidul Putro Sapto Wahyono mengatakan, selain pe-motongan dana alokasi umum sebesar Rp138 miliar, tunjangan sertifikasi guru juga dipangkas.

“Intinya ini bukan dipotong, tapi daerah diminta memanfaatkan anggaran sertifikasi yang masih di-miliki, sehingga alokasi sisa di 2016 tidak diberikan,” kata Putro, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, penghentian transfer sifatnya sementara. Oleh karena itu diharapkan para guru tidak menyikapi dengan gusar.

“Nanti tunjangan profesi guru tetap akan diberikan. Ang-garan masih ada, jadi pencairan akan dilakukan dengan dana yang dimiliki,” kata Sudodo.

Di bagian lain Sekretaris Dinas Pengelolaan Penda-patan dan Aset Daerah (DPPKAD) Gunungkidul Edy Basuki memastikan, kebijakan penghentian tunjangan profesi guru bukan bersifat tetap, karena hanya se-mentara. “Tidak perlu khawatir,” katanya. (gun/laz/ong)