JOGJA – Ribuan Kamtis, Doggies, dan Sheila Gank, memadati Stadion Kridosono, Sabtu malam (27/8). Para fans Endank Soekamti, Shaggy-dog dan Sheila On 7 ini membaur dalam serunya Local Heroes Jogja.

Meski diawali hujan, tidak mengu-rangi sedikit pun antusias menon-ton band-band idolanya.Sheila On 7 yang didapuk sebagai penutup konser, mampu memungkasi dengan apik.

Tampil dengan formasi lengkap, Duta (vocal), Eross, (gitar), Adam (bass) dan Brian (drum), keem-patnya membawakan lagu album pertama hingga terbaru mereka, Musim yang Baik.

“Malam ini benar-benar istimewa bagi kami semua. Bisa berkumpul bersama Shaggydog dan Endank Soekamti. Sangat jarang sekali bisa satu pang-gung, bahkan untuk manggung di Jogja secara bersamaan,” sapa Duta.

Lagu Pejantan Tangguh langsung memanaskan panggung malam itu. Para Sheila Gank langsung merapat ke depan saat Eross mengawail dengan lead gitar. Suara vokal bersahutan layaknya paduan suara, saat Duta me-nembangkan lirik lagu itu.

Dalam kesempatan ini, Duta ber-pesan agar jiwa kreatif Jogja terus berkembang. Menurutnya, Jogja adalah barometer dunia kerativitas Indonesia. Salah satu yang menjadi acuan adalah dunia musik yang sangat plural dan berkembang pesat.

“Saya ingat pertama kali ke Krido-sono untuk menonton konser Dewa 19. Akhirnya sekarang kami bisa manggung di tempat ini. Selama ada niat dan usaha, pasti bisa diraih. Mengembangkan dunia kreativitas, khususnya para anak muda,” ujarnya.

Endank Soekamti hadir dengan konsep local njawani. Kedua per-sonelnya, Erix (bass/vocal) dan Dory (gitar) mengenakan cosplay tokoh wayang. Erix mengenakan kostum Gatotkaca, sementara Dory berperan sebagai Antareja.

Totalitas grup ini memang patut diacungi jempol. Kostum yang mereka kenakan tak hanya hadir sebagai pemanis. Selama konser berlangsung, kostum ini tetap mele-kat di tubuh. Erix dan Dory justu terlihat bersemangat mengenakan konser ini.

“Kostum ini adalah properti di film Long Live My Family. Kami berdua sangat bangga me-miliki superhero lokal tokoh pe-wayangan. Jadi itu alasannya kita menggunakan khusus untuk kon-ser mala mini,” kata Erix.

Tampil sebagai pembuka, Shaggydog mampu membuat para Doggies bergoyang. Sang vocalis Heru berharap konser ini dapat men-jadi inspirasi seluruh elemen. Dirinya juga sempat menyinggung pemerintah agar lebih peduli dengan musisi-musisi Jogja.

Peran musisi, menurutnya tak hanya untuk kepentingan pribadi. Para musisi Jogja benar-benar tampil total dan konsisten mem-bawa nama Jogja. (dwi/laz/ong)