PURWOREJO – Berusia lanjut tidak mem-buat Sutirto, 64, warga di Kecamatan Banyu-urip, Purworejo, menjadi panutan generasi muda. Sebaliknya, lelaki yang sehari-hari dipanggil Totok ini malah merusak masa depan anak di bawah umur yang tidak lain tetangganya sendiri.

Tidak hanya sekali Totok mencabuli Bunga, sebut saja begitu, 15 tahun. Tercatat empat kali ia melakukan pencabulan sejak awal Juni hingga Juli 2016.

Dua kali di pekarangan rumah, sekali di samping rumah korban, serta sekali di rumah kosong yang dalam proses pembangunan.

Kasubag Humas Polres Purworejo AKP Lasiyem menjelaskan, korban diiming-imingi sejumlah uang untuk memenuhi hasrat bejat pelaku.

Tergiur penawaran, korban dengan mudah dikuasai pelaku dan terjadilah perbuatan tak senonoh itu.

“Kejadian pertama dilakukan awal Juni lalu pukul 24.00 di pekarangan kosong. Perbuatan keduanya hanya selang sehari dari kejadian pertama,” kata Lasiyem Sabtu (27/8).

Belum puas dengan dua kejadian pertama, pelaku kembali menawari korban sejumlah uang untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Akhirnya berselang beberapa minggu, perbuatan cabul ketiga terjadi dan ironisnya dilakukan di samping rumah korban.

“Sedangkan kejadian keempat dilakukan di akhir Juli lalu dengan memanfaatkan rumah kosong yang masih dalam proses pembangunan di ling-kungan rumahnya,” tambah Lasiyem.

Awal terungkapnya kejadian ini karena ada yang ganjil pada diri korban oleh orangtuanya. Orang tua korban kemudian melaporkan ke Polsek Banyuurip, 19 Agustus 2016, yang langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku dan pe-meriksaan terhadap korban.

“Korban telah dilakukan pemeriksaan di RS Tjitrowardojo dan hasilnya menya-takan jika selaput dara korban sudah ro-bek penuh dan luka dalam proses sembuh,” ungkap Lasiyem.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2014 tetang Perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang Per-lindungan Anak. (udi/laz/ong)