JOGJA – Heroe Poerwadi (HP) dipastikan men-jadi kandidat yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pil-wali) Jogja 2017. Meskipun surat rekomen-dasi resmi dari DPP belum turun
Kepastian itu menyusul per-setujuan internal PAN, sekaligus mundurnya Arif Noor Hartanto (Inung), kandidat lain yang sebelumnya disebut-sebut turut dijagokan untuk maju pilwali.

“Kulo pun mboten. Sanese mawon,” ungkap Inung disela diskusi publik di Aula DPRD Sleman, Sabtu (27/8).

Kepastian tersebut sekaligus menyiratkan bahwa partai ber-lambang matahari tak lagi mengejar posisi wali kota. Sebab, sejak awal HP memang disokong untuk posisi wakil, sedangkan Inung sebagai wali kota.

Sosok HP memang sangat seksi bagi dua kandidat petahana, Haryadi Suyuti dan Imam Priyono, yang sama-sama bertekad menjadi wali kota.

Posisi PAN sebagai peraih suara terbanyak kedua saat pemilu legislatif 2014 diprediksi akan menentukan konstelasi peta pilwali. Peluang kemenangan terbuka lebar bagi siapa saja yang mampu menggandeng PAN.

Tak pelak, HP sempat diperebutkan oleh dua petahana tersebut.Kendati demikian, HP mengaku tak leluasa untuk bergerilya mendulang dukungan karena belum mengantongi surat rekomendasi DPP.

“Walau sudah disetujui tapi belum berani berani bergerak,” katanya kemarin (28/8).

Ketua DPW PAN DIJ Nazarud-din mengatakan, rekomendasi DPP akan keluar jika HP sudah memiliki pasangan.

Sementara hingga kemarin pihaknya masih memperhitungkan peluang ke-menangan.Hal itu berpengaruh untuk menentukan sosok yang bakal dipasangkan dengan HP.Dia mengaku masih menjalin komunikasi intensif dengan be-berapa bakal calon (balon) wali kota.

Juga menjajaki parpol lain untuk koalisi. Sebab, PAN tak bisa mengusung kandidat. Dibutuhkan sedikitnya delapan kursi di DPRD untuk bisa me-ngusung calon sendiri. PAN hanya memiliki lima kursi. Nazar, sapaannya, memberikan sinyal peta koalisi dengan PDI Perjuangan.

Terlebih hubungan elit PAN dan partai berlambang banteng moncong putih di pusat saat ini kian mesra. Begitu pula di Kulonprogo, dimana PDI Perjuangan dan PAN mengusung petahana, Hasto Wardoyo dan Sutedjo di Pilkada 2017. Nazar tak menampik kemesraan itu bisa terjadi di Kota Jogja.

“Tapi, tiap daerah memiliki karakte-ristik masing-masing. Ketika memutuskan berkoalisi maka pertimbangannya berdasarkan kebutuhan partai ditingkat lokal,” ujarnya di sela peringatan HUT PAN ke-18 di Jalan Ipda Tut Harsono.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Danang Rudyatmoko mengklaim bahwa partainya memiliki kedekatan dengan PAN di level lokal.

“Kalau DPD dan DPP kami tidak ada masalah. Hanya di DPW yang sampai saat ini masih meng-ganjal,” ungkapnya.

Kendati demikian, hal tersebut tak menjadi hambatan bagi PDI Perjuangan untuk terus berkomu-nikasi dengan PAN.Terpisah, Haryadi Suyuti me-nampik kehadirannya di HUT PAN terkait pilwali. Tapi mur-ni sebagai undangan atas nama wali kota.

“Soal siapa nanti yang jadi wakil, kan, tergantung kesepakatan partai koalisi,” kelitnya.

Untuk kepentingan tersebut Haryadi menyerahkan sepenuhnya pada masing-masing partai. “Silahkan be-rembug. Saya hormati meka-nisme masing-masing partai,” lanjut dia. (eri/yog/ong)