JOGJA – Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 tinggal menghitung hari. Dalam rangka meman-faatkan waktu tersisa, para pengurus KONI DIJ in-tensif melakukan monitoring ke pemusatan latihan derah (Puslatda) cabang olahraga yang akan ber-laga di multievent terbesar di tanah air tersebut.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo men-janjikan akan mengunjungi semua cabang olah-raga. Ini untuk memberikan suntikan semangat dan motivasi. Baik itu pelatada yang unggulan, regular, ataupun mandiri.

“Mereka adalah satu kontingen yang menjadi wakil DIJ,” ujarnya di sela-sela me-monitoring cabor sepatu roda di Kompleks Stadion Mandala Krida, Kamis (25/8).

Selain memotivasi, dia juga menyampaikan bahwa para atlet mandiri akan mendapat uang saku sebe-sar Rp 1 juta per bulan untuk Agustus dan Septem-ber ini.

“Atlet mandiri juga butuh diperhatikan, dan sedapat mungkin kami memberikan apa yang kami bisa,”ujarnya.

Kepada para atlet dia juga berpesan, agar semua atlet tetap fokus dan total agar bisa memberikan yang terbaik saat di PON nanti.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini, jaga kondisi dan stamina,”ujarnya berpesan.

Pelatih Puslatda Sepatu Roda Rudi Priambodo mengatakan, saat ini 11 atlet sepatu roda DIJ sudah dalam kondisi siap bertanding. Dari beberapa kali uji coba yang dilakukan, hasilnya juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Persiapan sudah maksimal, mereka tinggal finishing saja,”ujarnya.

Tim sepatu roda tetap berlatih intensif hingga men-jelang training camp (TC) di Bekasi. TC akan dilaku-kan mulai 30 Agustus hingga 19 September. Kemu-dian, tim akan bertolak ke Bandung untuk melakukan uji coba venue selama dua hari sesuai jadwal yang diberikan panitia. Sebab, jadwal pertandingan akan berlangsung pada 22-25 September 2016.

Menurutnya, TC sangat penting mengingat para atlet DIJ harus sebisa mungkin beradaptasi dengan track GOR Saparua, Bandung yang akan menjadi venue pertandingan. (dya/din/ong)