KULONPROGO – Mengambil momen HUT ke-71 Kemerdekaan RI, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Adikarto Manunggal, Desa Karangwuni, menggelar lomba mancing pasiran kemarin (28/8).

Lomba diikuti ratusan pemancing dan mempe-rebutkan tropi KGPAA Paku Alam X dan total Rp 25 juta dengan hadiah utama se-peda motor.

Pantai Karangwuni sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu spot para pe-mancing pasiran (tepi laut) terbaik di se-panjang pesisir selatan DIJ. Puluhan jenis ikan seperti pari, caru, kapuran, dan bojor berhasil diangkat para pemancing.

Tangkapan terbesar untuk kategori ikan sisik yakni jenis ikan caru seberat 0,44 kilogram, sedangkan ikan nonsisik yakni ikan pari seberat 6,45 kilogram.

Sekretaris Pokdarwis Adikarto Manung-gal Karwa Aziz Purwanto menjelaskan, lomba diikuti 700 peserta. Tidak hanya pemancing dari DIJ saja, melainkan juga para pemancing dari luar daerah seperti Purworejo, Kebumen, Magelang, Semarang bahkan Ciamis.

“Garis pantai untuk spot memancing panjangnya mencapai 2,8 kilometer. Ka-rangwuni memang sudah cukup dikenal bagi para pemancing pasiran, titik yang paling bagus yakni di selatan menara. Banyak pemancing perseorangan maupun komunitas yang sudah sering mancing di sini,” jelasnya.

Menurutnya, ikan jenis Giant Trevelly (GT) atau lebih dikenal dengan ikan caru sering menjadi target utama para peman-cing pasiran di Pantai Karangwuni. Namun banyak jenis ikan lainnya yang tertangkap para pemancing.

“Even ini kami gelar di sini karena po-tensi tangkapan ikannya memang luar biasa bagus. Musim ikan caru atau gatho juga terbilang lama, kalau dihitung sudah sejak 5 bulan terakhir, bulan puasa kema-rin banyak yang dapat,” ujarnya.

Camat Wates Aspiyah menyatakan lom-ba mancing di Pantai Karangwuni ini sangat positif, karena juga bisa menjadi pendukung utama pengembangan wisata pantai setempat ke depan.

“Saya berharap even ini bisa digelar rutin, sangat baik untuk menggerakan sektor wisata Pantai Karangwuni,” ucapnya.

Hadiah utama berupa sepeda motor da-lam lomba kali ini berhasil diraih Zamroni Hamzah, 35, warga Pleret, Kecamatan Pan-jatan, Kulonprogo. Ia mendapat ikan caru seberat 0,44 kilogram. Ia mengaku senang dan sangat beruntung keluar menjadi pe-menang dan memperoleh hadiah utama.

Pengakuan serupa juga diungkapkan Fiar Eustatya, 17, warga Jogoresan, Purworejo. Ia mengaku lebih suka mancing di sungai atau laut karena lebih menantang dibanding memancing di kolam. (tom/laz/ong)