BANTUL – Atraksi menarik disughkan dalam puncak festival layang-layang di Pantai Parangkusumo kemarin sore (28/8). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya para peserta mener bangkan layang-layang kesayangannya secara serentak.

“Dulu, satu-satu,” jelas Ketua Panitia Festival Layang-layang Jose Basmeri di sela acara.Menurut Jose, konsep festival kali ini sengaja didesain berbeda.

Per-timbangannya, penerbangan layang-layang secara bersamaan memiliki estetika lebih.

Selain itu, juga jauh lebih memanjakan mata dibanding penerbangan satu persatu.

“Pemilik layang-layang senang. Pengunjung juga ikut senang,” ujarnya.Kendati ada puluhan layang-layang yang diterbangkan, Jose tak begitu khawatir.Puluhan layang-layang ini tidak akan bertabrakan. Sebab, area yang tersedia sangat luas. Sehingga para peserta pun juga bebas melakukan trik-trik khusus.

“Anginnya juga luar biasa,” ucapnya senang.Ada tiga kategori lagi yang diperlom-bakan dalam festival ini. Yakni, tradi-sional, rokaku challenge, dan dua di-mensi. Seperti tiga dimensi dan naga train, model penerbangan tiga kate-gori ini juga serentak.

Jose menyebut-kan, ada 38 tim yang berpartisipasi dalam festival layang-layang dengan tema Layang-layang Nusantara Merajut Kebhinekaan ini. Mereka dari berbagai daerah di Indonesia. Antara lain, Cilacap, Tulungagung, dan Madura.

“Ada sekitar 45 klub yang kami undang.Tapi, ada beberapa yang nggak bisa hadir,” ungkapnya.

Menurut Jose, festival ini mempe-rebutkan piala bergilir Sultan Hamengku Buwono X. Juga, uang pembinaan dari Dinas Pariwisata DIJ dengan total sekitar Rp 30 juta.

Nah, peserta atau klub yang berhak memeroleh piala ini adalah mereka yang mengantongi poin terbanyak di berbagai kategori. “Ada tiga penilaian. Teknis layang-layang, seni, dan budaya,” bebernya.

Melihat tingginya animo peserta dan masyarakat ini, Jose berniat mening-katkan status festival ini ke taraf internasional. Jose berharap pemerintah pusat ikut mendukung penyeleng-garaannya.

“Para pegunjung juga akan kami sediakan lokasi khusus biar nggak kepanasan,” tambahnya
.Wahyu, 32, salah satu pengunjung mengaku puas dengan atraksi layang-layang yang ditunjukkan dalam festival kali ini. Dalam kategori tradisional, misalnya. (zam/din/ong)