KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo telah me-nerapkan Pengembangan Unit Aduan Masyarakat, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan akre-ditasi Puskesmas.

Keberhasilan itu ingin dicontoh Pemkab Sigi, Sulawesi Tengah, dengan datang lang-sung ke Kuloprogo. Kunjungan dipimpin Wakil Bupati Sigi Paulina be-serta SKPD terkait dan dewan.

Rombongan diterima Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Kulonprogo Endang Purwaningrum Titi Lestari, didampingi Ke-pala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno.

Paulina mengatakan, sebagai kabupaten yang belum lama terbentuk hasil pemekaran, ia ingin belajar dari Kulonprogo. Pengembangan BLUD dan Akreditasi Pus-kesmas menjadi fokus utamanya.

“Kami ingin belajar dan sangat berharap apa yang diterapkan di Kulon-progo ini bisa kami bawa ke daerah kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bambang Haryatno men-jelaskan mengapa puskesmas harus BLUD, karena sebelumnya ada stigma disiplin kerja rendah, SDM kurang memadai, sumber pendanaan terbatas, tata kelola kurang baik. Kemudian pengelolaan uang sangat rigid, sehingga puskesmas kurang mampu bersaing dengan swasta.

“Untuk itu membuat strategi perbaikan sektor layanan publik perlu adanya standar layanan publik, efisiensi dan efektifitas manajemen sektor publik, transparansi, pembenahan tata kelola dan refor-masi birokrasi, tujuan utamanya melayani publik dengan sebaik-baiknya,” jelasnya. (tom/laz/ong)