JOGJA– Manajemen PSIM Jogja masih menunggu keputusan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai operator pertandingan Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B 2016. Itu terkait kelanjutan laga melawan PPSM Magelang setelah mengalami penundaan beberapa kali.

Hingga kemarin (29/8) PSIM Jogja memang belum mendapatkan kepastian jadwal laga tunda tersebut. Padahal, laga tersebut sangat penting bagi keberlangsungan PSIM Jogja di ajang ISC Seri B selanjutnya.

Sekum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa mengatakan, surat putusan resmi dari PT GTS seharusnya segera diterima. Setidaknya, tim bisa menyiapkan diri jika sewaktu-waktu dilakukan pelaksanaan pertandingan. Nah, jika tidak ada kepastian seperti ini, menimbulkan kegalauan di kubu manajemen maupun pemain. “Mudah-mudahan secepatnya kami mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Menurutnya, dua laga terakhir, yakni melawan PPSM Magelang dan PSIR Rembang memang penting bagi Sunni Hizbullah dkk. Sebab, peluang lolos ke babak 16 besar masih terbuka. Meski saat ini, PSIM berada di peringkat ke empat klasemen sementara Grup IV. Selisih satu poin di bawah PSIR Rembang yang mengantongi 16 poin dan Persijap Jepara 15 poin. Namun, keduanya hanya menyisakan satu kali pertandingan.

Untuk itu pihaknya berharap, putusan PT GTS bisa diterima pekan ini sebelum laga lanjutan PSIM yang dijadwalkan akan menjamu PSIR Rembang pada 3 September mendatang. “Kami menerima apapun keputusannya, baik itu jadwal ulang maupun kemenangan WO. Mudah-mudahan minggu ini sebelum laga melawan PSIR putusan sudah ada,”ujarnya.

Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan, sepekan ini tim pelatih hanya akan fokus mempersiapkan tim untuk menjamu PSIR Rembang. “Dari uji coba dengan Timnas U-19, lini belakang masih harus diperbaiki terutama soal koordinasi dan komunikasi,”ujarnya.

Dikatakan, pertemuan sebelumnya, tim asuhannya harus menerima kekalahan 1-2 saat melakoni laga tandang. Berlaga di kandang sendiri, tentu tim asuhannya memiliki motivasi ganda untuk meraih poin penuh. “Lini depan sudah cukup bagus, tinggal mengasah insting pengambilan keputusan saja,”ujarnya.(dya/din/ong)