SLEMAN– Setelah menunggu sekitar empat bulan sejak Maret, Sadar Narima akhirnya resmi dilantik sebagai ketua DPD PAN Sleman, Minggu (28/8) malam. Sementara, Arif Kurniawan, yang saat ini menjabat anggota DPRD Sleman didaulat menjadi sekretaris partai.

Sebagai nakhoda baru partai berlambang matahari biru, Sadar menargetkan kemenangan pada pemilu legislatif 2019. Dengan minimal meraih 10 kursi di DPRD. Jumlah itu adalah syarat minimal bagi peserta pemilu agar bisa mengusung calon kepala daerah sendiri. Politikus asal Tegal Donon, Sumberarum, Moyudan itu ingin menjaga tradisi dalam pemenangan bupati Sleman. Seperti pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2016. PAN sukses mengantarkan pasangan Sri Purnomo dan Sri Muslimatun sebagai bupati dan wakil bupati di Bumi Sembada.

Hanya, saat itu PAN tak bisa mengusung kandidat sendiri karena hanya mendulang 6 kursi di DPRD. Sehingga harus disokong banyak partai. “Koalisi bayak partai tetap perlu dijaga. Lebih mantap lagi jika bisa mengusung calon sendiri,” ujar Sadar kemarin (29/8).

Nah, untuk memuluskan langkahnya, Sadar menyiapkan beberapa jurus. Bersama kader PAN lain fokus membangun kawasan pinggiran dan mengawal isu-isu strategis. Sadar bercita-cita menyulap kawasan lumbung pangan menjadi lokomotif parameter kemajuan ekonomi di Sleman. “Selama ini warga pinggiran di pedesaan hanya berkutat dengan pertanian. Sebagai penyokong utama kebutuhan pangan, keberadaan petani harus mendapatkan porsi perhatian lebih serius,” ungkap Sadar, yang juga anggota Komisi A DPRD DIJ.

Sadar membidik desa wisata sebagai sarana pemberdayaan potensi masyarakat lokal. Banyaknya desa wisata yang memanfaatkan tanah kas desa atau lahan persawahan, Sadar mendorong pemerintah agar membuat aturan standarisasi sewa kelola. Juga appraisal persawahan. Regulasi yang selama ini hanya berupa peraturan desa (perdes) harus diperkuata dengan regulasi yang lebih tinggi. Bisa berupa peraturan bupati atau peraturan daerah. “Saat ini ada 77 desa wisata yang kami rangkul,” ungkap peraih gelar SAg UIN Sunan Kalijaga dan sarjana hukum UGM itu.(yog/ong)