Ingin Wujudkan Cita-Citanya sebagai Polisi atau Tentara

Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional telah dicita-citakan Stanley Otniel Nagatan, 16, siswa SMA Bruderan, Purworejo. Kepercayaannya terus ditanamkan saat dirinya melihat pengibaran bendera pusaka 17 Agustus 2015 melalui televisi.
BUDI AGUNG, Purworejo
“Orang tua akan sangat bangga kalau kamu bisa di antara mereka,” kata Suyanto, 44, ayah Stanley menyampaikan salah satu kenangan usai mendampingi putra bungsunya bertemu Wakil Bupati Yuli Hastuti kemarin (29/8).

Kala itu, Stanley dengan tegas mengatakan bahwa tahun depan akan bisa disaksikan melalui layar kaca mengawal pengibaran bendera pusaka. “Dia sangat yakin bahwa dirinya akan bias,” tambah Suyanto.

Menilik tumbuh kembang Stanley, Suyanto mengungkapkan jika putranya memiliki keinginan kuat menjadi tentara atau polisi. Mainan yang selalu dimintanya pun tak jauh dari benda berbau militer.

“Sudah sejak kecil mainannya senapan dan pistol. Saat mau masuk SMA pun dia ingin ke Taruna Nusantara, tapi gagal. Dan kegagalan itu ada hikmahnya sekarang,” ungkap ayah dua anak ini.

Satu harapan yang akan dikejar Stanley sekarang, menurut Sutanto, adalah mewujudkan harapannya menjadi seorang polisi atau tentara. Bekal sebagai anggota Paksibraka Nasional diharapkan akan banyak membantu keinginan yang digengamnya sejak keci.

Stanley sendiri mengungkapkan banyak hal yang bisa dipetik selama berada di Jakarta. Pesan dari Presiden Joko Widodo untuk terus semangat mengejar cita-cita selalu diingat.

“Setiap anggota Paskibraka mendapat kesempatan bersalaman dengan Bapak Presiden. Beliau sempat menanyakan saya dari kabupaten mana di Jawa Tengah. Dan, mengucapkan untuk terus semangat,” kata Stanley yang semasa duduk di SMP Bruderan langganan mayoret drum band ini.

Diungkapkan, pengalaman berada dalam Paskibraka Nasional juga membuatnya harus siap menerima segala risiko. Demikian halnya saat tidak terpilih sebagai pengibar bendera.

“Penentuan siapa yang akan mengibarkan hanya beberapa jam sebelum pengibaran. Kami semua harus siap, baik itu ditunjuk sebagai pengibar atau tidak. Dan, tidak ada kekecewaan di sana,” ungkap Stanley yang mendapat jabatan tambahan dari teman-teman Paskibraka Nasional sebagai Pak Lurah ini.

Dalam kesempatan bertemu dengan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, Stanley juga mengungkapkan jika ada warga keturunan Purworejo yang masuk dalam Paskiraka Nasional. Mereka mewakili Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Maluku.

“Satu teman dari Maluku cowok dan dari Jakarta cewek. Mereka juga sering ke Purworejo karena kakek nekeknya ada di sini,” kata Stanley.

Menanggapi ungkapan Stanley, Yuli Hastuti mengungkapkan kebanggaanya. Purworejo sebagai kota kecil ternyata warganya telah berada di banyak tempat dan mengukir prestasi. Khusus untuk Stanley, ia meminta untuk selalu menjaga kesehatan dan kebugarannya. “Mau jadi polisi ya, polisi itu harus bugar dan sehat. Itu yang harus dijaga,” pesan Yuli.

Sementara itu, Kepala SMA Bruderan Purworejo Waluyo YB mengatakan jika peserta didiknya itu pasti akan mendapat tempat istimewa di sekolah dan akan dilibatkan dalam banyak hal, utamanya di bidang kesiswaan. “Ini simbol kami untuk menjadi teladan. Tidak hanya melalui tutur kata, tapi juga tindakan nyata,” kata Waluyo. (laz/ong)