PURWOREJO – Angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Purworejo didominasi pelajar. Sepanjang tahun 2015, sesuai data dari Satuan Lalu Lintas Polres Purworejo, tercatat ada 21.738 pelanggaran, dan tahun 2016 hingga bulan April lalu tercatat ada 4.269.

Sedangkan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar tercatat ada 461 kejadian selama tahun 2015 dan hingga April 2016 kemarin terdapat 124 kejadian.

Masih tingginya pelanggaran dan kecelakaan telah ditindaklanjuti Polres Purworejo dan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Purworejo dengan melakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU). Ada beberapa kesepakatan dari kedua belah pihak untuk melakukan pencegahan balap liar.

“Dalam seminggu setidaknya kami turun empat kali ke sekolah bersama Dindikbudpora Purworejo untuk melakukan penertiban dan mensosialisasikan keselamatan berlalulintas kepada pelajar,” kata Kasatlantas Polres Purworejo AKP Eko Rubiyanto kemarin.

Khusus hari Senin, petugas Satlantas menjadi inspektur upacara di dua sekolah yang berbeda. Sementara di hari Rabu, petugas akan melakukan penertiban kendaraan baik pelanggaran ringan maupun berat.

“Dalam setiap kegiatan kita mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan. Karena mereka lebih tahu tentang kondisi sekolah. Misalnya saja sekolah sedang ada kegiatan yang penting, misalnya tes atau apa,” tambah Kasatlantas.

Dindikbudpora juga mengirimkan surat pemberitahuan akan adanya kegiatan kepada siswa. Tindakan selanjutnya diserahkan kepada sekolah untuk disesuaikan kebijakannya. “Jadi kita turun tidak asal turun, tapi ada aturan yang harus ditempuh,” kata Eko.

Dari sekolah-sekolah yang dikunjungi, seluruhnya memberikan respons baik. Karena tidak sedikit sekolah yang merasa kesulitan untuk menertibkan peserta didiknya. Imbauan dari pihak sekolah seringkali diabaikan, sehingga pelajar melakukan pelanggaran.

Kanid Dikyasa Satlantas Polres Purworejo Ipda Ida Widastuti menambahkan, tidak sekedar melakukan penertiban pelanggaran yang dilakukan anak. Petugas dari Satlantas akan memberikan sosialisasi mengenai keselamatan berlalulintas. Kendaraan dari anak dijadikan contoh dan ditampilkan di depan anak-anak yang melakukan pelanggaran. (udi/laz/ong)