Jasa Cuci Sepatu, Peluang Bisnis Prospektif

Sepatu jadi barang penting untuk Tirta Mandira Hudhi, 25. Dia pun melihat peluang bisnis dari hobinya mengoleksi sepatu. Dia akhirnya membuka jasa cuci sepatu. Seperti apa kisahnya?
VITA WAHYU HARYANTI, Jogja
DITEMUI di outlet-nya yang berada di Jalan Cendrawasih, Demangan, Jogja, Tirta, sapaannya, sedang mengobrol dengan karyawannya siang itu. Dia memberikan pengarahan terkait proses pencucian sepatu.

Begitu melihat koran ini datang, dia menyapa ramah, kemudian menceritakan awal mula dia membuka jasa cuci sepatu ini. “Pada 2013 membuka usaha ini. Awalnya menerima jasa cuci sepatu lewat Kaskus. Hanya bermodalkan Rp 400.000 saja,” ujar pria lulusan Ilmu Kedokteran UGM ini.

Bisnis online-nya tersebut lambat laun ramai order. Dia pun membawa sepatu-sepatu kotor itu ke kos-kosan. Karena semakin banyak sepatu yang harus dibersihkan, pemilik kos tidak mengizinkan dia melanjutkan usaha ini di kos-kosannya. “Lalu mulai menyewa tempat untuk usaha ini,” ungkapnya.

Dalam hal marketing, Tirta banyak memanfaatkan event yang sedang berlangsung. Di tahun yang sama, dia mengikuti event Free Wash untuk 600 pasang sepatu. “Saat itu bertepatan dengan ulang tahun Kota Jogja. Saya ikuti acara itu sebagai langkah awal mengenalkan bisnis jasa cuci sepatu,” ungkapnya.

Kini Tirta mempunyai 21 outlet yang tersebar di berbagai kota. Sebanyak 75 persen outlet-outlet tersebut adalah miliknya, sisanya adalah milik kemitraan dengan sistem bagi hasil. Setidaknya ada 85 karyawan yang bekerja dengannya. Baik di bagian manajemen maupun pelayanan. Urusan manajemen juga menjadi tugas sang istri, Medica Rhoza, 25. Sebab, Tirta juga memiliki aktivitas sebagai dokter muda yang sedang menjalankan internship.

“Kalau sekarang memasarkan jasa Shoes and Care melalui media sosial dan website,” ungkapnya.

Tirta mengungkapkan, awalnya dia membuka usaha ini karena kesulitan membersihkan sepatunya. Sementara itu memasukkan sepatunya ke laundry juga tidak ada jaminan, sepatu miliknya akan dicuci dengan benar tanpa merusak bahan sepatu.

“Hobi koleksi sepatu, tapi kesulitan untuk merawat dan membersihkannya. Padahal perawatan sepatu itu penting agar tidak gampang rusak,” ungkapnya.

Berangkat dari kendala itu, dia lantas belajar cara mencuci sepatu melalui Youtube, berikut dengan bahan-bahan pembersih yang digunakan. “Belajar lagi reaksi kimia dari pembersih-pembersih itu, baik tidaknya untuk jenis sepatu yang akan dicuci,” jelas penyuka otomotif ini.

Ke depan, dia ingin mengembangkan bisnis ini dan membuka outlet di luar negeri. Dia berharap, pemerintah melakukan pendampingan pada pelaku UKM seperti dirinya. Juga diberi kemudahan dalam mengurus syarat-syarat mendirikan usahanya. “Ingin ikut membanggakan UKM Indonesia di kancah internasional,” harapnya. (ila/ong)

Ingin Membuka Outlet di Luar Negeri