JOGJA – Gebyar Anugerah Kihajar untuk kali kesekian digelar Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ. Agenda tersebut dirasakan spesial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Gebyar Anugerah Kihajar 2016 itu bertepatan dengan momentum empat tahun disahkannya UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIJ.

“Memaknai keistimewaan, kami semua dari panitia hingga peserta sengaja mengenakan busana adat Jawa gaya Ngayogyakarta Hadiningrat,” ungkap Ketua Panitia Gebyar Anugerah Kihajar 2016 Maryadi, kemarin (31/8).

Maryadi menjelaskan, Kihajar merupakan akronim dari kita harus belajar. Lomba ini merupakan kerja sama Balai Tekkomdik DIJ dengan Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Acara berlangsung tiga hari 31 Agustus-2 September 2016. Semua lomba diadakan di Kantor Balai Tekkomdik DIJ dan Edutel Jalan Kenari Jogja.

Dengan lomba Kihajar, pihaknya ingin melihat pemanfaatan dan pendayagunaan teknologi informasi di lingkungan sekolah. Terutama di kalangan siswa dan guru. “Kami mengukur akses dan kemanfaatan teknologi komunikasi bagi guru dan pelajar,” terang pria yang sehari-hari menjabat salah satu kepala seksi di Balai Tekkomdik DIJ ini.

Setiap penyelenggaraan lomba Kihajar selalu ada inovasi dan terobosan. Kali ini panitia secara khusus mengadakan konser musik menggunakan sarana iPad yang diikuti 15 peserta dari SMP dan SMA se-DIJ. Peserta perdana yang memamerkan kemampuan dalam konser itu berasal dari grup Icik Ki Bung SMPN 1 Piyungan dan grup Herucakra SMPN 1 Bantul. Kemudian dilanjutkan dari SMAN 3 Jogja.

Selain itu, juga ada lomba kuis Kihajar bagi jenjang SD dan MI, SMP serta MTs, SMA, MA, dan SMK. Ada pula lomba robotika bagi siswa SMA, MA, dan SMK, maupun lomba robotika bagi guru seluruh jenjang. “Kami juga ada lomba pengembangan game kodu SMP, SMA, dan SMK,” kata Maryadi.

Kepala Balai Tekkomdik DIJ Isti Triasih mengapresiasi antusiasme seluruh peserta mengikuti lomba Kihajar tersebut. “Penggunaan sarana teknologi komunikasi merupakan tuntutan di era globalisasi,” ujar Isti yang membuka acara mewakili Kepala Disdikpora DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Menyikapi tingginya semangat peserta, Isti menilai menjadi modal yang baik untuk mengikuti lomba Kihajar tingkat nasional pada November mendatang. Dia pun secara terang-terangan memasang target ingin menjadi juara nasional lomba Kihajar tingkat nasional 2016.

“Kami ingin menyapu bersih untuk semua jenjang dari SD, SMP, dan SMA,” ucapnya dengan nada optimistis.

Dia mengaku bukan tanpa dasar mematok target tersebut. Alasannya, pada 2015, DIJ berhasil menjadi jawara pada jenjang SD dan SMP. “Tahun ini kami pede (percaya diri) untuk menggenapkan dengan memenangkan jenjang SMA,” tutur birokrat yang tinggal di bilangan Sorowajan, Banguntapan, Bantul ini. (kus/ila/ong)