BIAR AWET: Ptugas BPCB Jogjakarta memasang nat dan membersihkan batuan Candi Sari menggunakan formula AC 322 agar terbebas dari jamur, Rabu (31/8). (Foto: Setiaky A. Kusuma/Radar Jogja Online)
SLEMAN– Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogjakarta memasang nat pada batuan penyusun Candi Sari kemarin (31/8). Pemasangan nat (konsolidasi) batu candi di Dusun Bendan, Kalasan itu demi mencegah terjadinya pelapukan.

Kasi Perlindungan dan Pemanfaatan Wahyu Astuti menjelaskan, pelapukan batuan disebabkan oleh air hujan. Hal itu bisa terjadi di semua batuan candi. Sedangkan konsolidasi dilakukan hanya jika ditemukan adanya kerusakan pada nat batuan candi. “Paling tidak setiap tiga kali dalam setahun candi harus dibersihkan,” jelasnya.

Penyusunan nat batu candi yang memiliki tinggi 17 meter ini dilakukan dengan menyusun kembali batu-batu pada bagian atap. Lalu diratakan dengan campuran bubuk pasir dan bahan perekat khusus. Pembersihan batuan menggunakan formula AC 322 untuk membersihkan jamur yang melekat. Setelah dilumuri formula cair tersebut, batuan ditutup plastik selama sehari. Kemudian dibuka lalu disikat. Langkah terakhir disemprot menggunakan air.

Sebagaimana diketahui, Candi Sari merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Buddha. Selama ini, bangunan dengan delapan stupa tersebut digunakan sebagai vihara dan asrama bagi para biksu. (sky/yog/ama)