SLEMAN – Kebijakan batas rekam data dan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) per 30 September ternyata cukup ampuh menggugah kesadaran masyarakat untuk menyelesaikan syarat administrasi kependudukan (adminduk).

Pantauan di dua kantor kecamatan, Depok dan Kalasan, warga beramai-ramai merekam data e-KTP kemarin (31/8).

“Per hari bisa membludak hingga lebih dari seratus orang. Sebagian bahkan hadir sebelum jam operasional kantor,” ungkap Puri, petugas rekam data di Kantor Kecamatan Depok.

Diakui, pihaknya tak mampu melayani semua permohonan e-KTP. Pelayanan per hari hanya dibatasi 40 cetak e-KTP dan 40 KTP regular. Puri berdalih, kebijakan layanan itu sebenarnya melebihi batas layanan sehari-hari. Menurutnya, pada hari biasa tak lebih 20 orang yang mengurus cetak atau rekam data e-KTP.

Camat Kalasan Samsul Bakri mengatakan hal serupa. Agar pelayanan lebih maksimal, Samsul menugaskan empat pegawai khusus menangani adminduk. Khususnya rekam dan cetak e-KTP. “Kami tetap menggunakan prosedur lama. Pemohon tetap wajib membawa pengantar,” katanya. (bhn/yog/ong)