“Apa kabar dik? Bagaimana, sehat? Yuk ke ruangan bunda kalau mau ngobrol-ngobrol”. Sapaan hangat itu hampir selalu menjadi pembuka obrolan yang dilontarkan Anny Pudjiastuti. Kabid Humas Polda DIJ yang baru kemarin pangkatnya naik satu tingkat menjadi komisaris besar (kombes).
BAHANA, Sleman
Di mata para jurnalis yang biasa meliput di Mapolda DIJ, Anny Pudjiastuti bukanlah sosok asing. Perannya sebagai public relation di korps Bhayangkara memang banyak bersinggungan dengan awak media.

Bahkan, perempuan 58 tahun itu seolah telah menjadi “bundanya”kaum jurnalis di DIJ. Anny selalu sabar dan telaten menanggapi berbagai pertanyaan wartawan. Dalam hal apapun. Termasuk pertanyaan yang menyangkut kasus-kasus di internal Polri maupun polda. Anny selalu memberikan kesan ngemong kepada semua pihak.

Sayangnya, polisi wanita (polwan) berhijab itu tak lama lagi memasuki masa pensiun. Tiga bulan lagi Anny purna tugas. Di penghujung karirnya di kepolisian, Anny memeroleh kenaikan pangkat menjadi komisaris besar polisi kemarin (31/8). Setelah delapan bulan mengemban amanat berpangkat ajun komisaris besar polisi (AKBP).

Prosesi kenaikan pangkat digelar dalam upacara di lapangan mapolda setempat. Dengan pangkat barunya, Anny otomatis menjadi satu-satunya polwan berpangkat tertinggi di Polda DIJ.

Bagi Anny, kenaikan pangkat ini anugerah terindah di hari-hari terakhir mengabdi kepada negara dan masyarakat. Apalagi, karirnya di Polda DIJ terbilang cukup langgeng. Dibanding masa tugas yang pernah diemban sebelumnya.

“Saya di Jogja sekitar 10 tahun lebih. Sebelum menjabat kabid, saya di Binmas,” tuturnya ramah.

Sengaja bertahan lama di Jogjakarta bukan tanpa alasan. Anny mengaku, hal itu atas permintaan kedua anaknya. Sebelumnya, Annya lebih banyak menghabiskan masa hidupnya di luar DIJ. Di Jakarta dan Kalimantan.

“Setelah bertugas di Martapura, anak-anak minta kuliah di Jogja,” jelas Anny yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Martapura periode di 1990-an.

Bagi Anny, DIJ memang spesial. Dia merasa sangat nyaman tinggal di Jogjakarta. Dia juga bisa menjalin komunikasi dengan sangat apik kepada masyarakat. Karena itulah, meski DIJ berkali-kali mengalami pergantian kepemimpinan, posisi Anny tetap dipertahankan. Peran dan kiprah Sebab peran dirinya cukup penting sebagai penyambung lidah pimpinan kepolisian.

“Saya sangat ingin berterimakasih kepada masyarakat DIJ sebelum memasuki purna tugas Desember nanti,” tuturnya.

Perempuan yang akrab disapa Bunda oleh kalangan awak media ini mengaku cukup memiliki kedekatan dengan wartawan dan berbagai media. Dari kepiawaiannya mengelola isu dan informasi itulah kinerja kepolisian di wilayah DIJ banyak terbantu.

Dari sekian peristiwa dan dinamika yang banyak terjadi di DIJ, menurut Anny, peristiwa yang paling berkesan yakni penembakan tahanan di Lapas Cebongan. Peristiwa ini, menuruntya benar-benar menguras pikiran dan tenaga. “Peristiwa itu cukup meneganggkan dan banyak disorot masyarakat,” jelasnya.

Setelah memasuki masa pensiun nanti, Anny berharap tetap bisa mengabdi kepada masyarakat. “Memang belum ada rencana mau apa. Yang terpenting mengurus keluarga dan mengabdi kepada masyarakat,” lanjut Anny.

Bagi Kapolda DIJ Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat , sosok Anny mampu menjadi motivator yang baik bagi para polwan. Karena itu, kapolda sangat apresiatif atas kenaikan pangkat Anny. Apalagi, kenaikan pangkat itu berdekatan dengan Hari Polwan yang tepat pada hari ini, Kamis (1/9).

“Semoga bisa terus menjadi motivator bagi polwan lain. Untuk memberikan sumbangsih dan pengabdiannya,” tutur Prasta. (yog/ama)