MUNGKID – Pendidikan dan kesehatan merupakan prioritas pembangunan Kabupaten Magelang. DPRD selalu mendorong dari segi penganggaran agar masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan gratis. Khususnya bagi para penderita penyakit yang memerlukan biaya dan perawatan berkelanjutan.

“Dalam hal ini dewan dan Pemkab Magelang memerlukan organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, Aisyah dan ormas-ormas lain. Mereka sebagai verifikator di luar Dinas Kesehatan agar penerimanya tidak salah sasaran,” kata Ketua DPRD Kabupaten Magelang Saryan Adiyanto saat menerima kunjungan perwakilan PD Muhammadiyah dan Aisyah di Gedung DPRD, kemarin (31/8).

Di segi pendidikan, dia berharap antara sekolah negeri dan swasta saling berkompetisi dan menawarkan sesuatu yang baru bagi masyarakat Kabupaten Magelang. Sehingga para calon peserta didik mendapatkan banyak pilihan untuk bersekolah dan output-nya dapat menghasilkan pemuda-pemuda yang kompeten dalam menghadapi masa depan dan pasar bebas Asia.

“Jangan ada sekat-sekat antara sekolah negeri dan swasta. Lembaga pendidikan negeri maupun swasta harus bekerja sama agar menghasilkan anak-anak negeri yang cerdas dan berbudi pekerti luhur,” ujarnya.

Ia mengatakan, ormas-ormas yang selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat pada umumnya dan khususnya Muhammadiyah, Aisyah, NU maupun yang lainnya. Ini perlu sokongan berupa anggaran dan pelatihan yang mencukupi dari Pemkab Magelang.

“Instansi pemerintah tidak mungkin menyentuh seluruh kalangan masyarakat karena berbagai macam keterbatasan,” kata dia.

Kunjungan perwakilan PD Muhammadiyah dan Aisyah dipimpin Sulaiman Afandi dan Nidaul Hasani. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai permasalahan di Kabupaten Magelang. Khususnya bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan dan kesehatan masyarakat. (ady/laz/ong)