GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul berupaya agar lahan pertanian tidak menyusut. Melalui peraturan daerah diatur penetapan luas lahan abadi.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul, Elvita Dewi Wahid mengatakan, penetapan lahan abadi sudah diatur dalam Perda Provinsi. Di tingkat daerah Gunungkidul, diturunkan melalui Perda 23/2012.

“Saat ini tinggal menunggu peraturan bupati yang mengatur peta lokasi dan milik siapa yang nanti dijadikan lahan abadi,” kata Elvita kemarin (31/8).

Dalam Perda Provinsi DIJ, disebutkan bahwa luas lahan LP2B Kabupaten Gunungkidul adalah 5.505 hektar. Diupayakan lahan cadangannya adalah seluruh lahan sawah tadah hujan dengan total luas 7.865 hektar.

Namun untuk menentukan lokasi lahan abadi bukan perkara mudah. Dinas TPH berkoordinasi dengan instansi lain. Itu dilakukan untuk memastikan agar lahan pertanian yang masih produktif dijadikan sebagai lahan berkelanjutan untuk kebutuhan memasok pangan. “Jadi, lahan pertanian abadi sangat diperlukan,” ujarnya.

Salah satu anggota kelompok tani Kecamatan Patuk, Marzuki mengakui regenerasi petani terancam putus. Negara perlu hadir supaya Gunungkidul yang penduduknya berprofesi sebagai petani tidak hilang.

“Kalau bertani masih tradisional dengan hasil pas-pasan, anak muda mana yang mau bercocok tanam,” kata Marzuki. (gun/iwa/ong)