PURWOREJO – Empat pelaku kriminal spesialis penguras anjungan tunai mandiri (ATM) antarkota berhasil dibekuk jajaran Polres Purworejo, Selasa (30/8). Mereka diringkus usai beraksi di boks ATM Toko Indomart Kutoarjo.

Kini, keempat pelaku yang semuanya warga Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung meringkuk di sel tahanan mapolres. Mereka adalah Paradi, 29, Refiansah, 26, Edi Yanizan, 31, dan Irfan Abdul Hadi, 20. 

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo mengungkapkan, para pelaku ditangkap ketika mencoba mengelabuhi Susianilah, 69, warga Desa Wirokerten, Banguntapan, Bantul. 
”Modus yang digunakan pelaku adalah mengganjal mesin ATM dengan korep api,” ujarnya Kasatreskrim AKP Kholid Mawardi kemarin (1/9). 

Saat itu, Susianilah hendak mengambil uang untuk berbelanja. Namun, usai uang diambil, kartu ATM tak kunjung keluar dari lubang mesin anjungan. Nah, saat korban kesulitan mengambil kartu ATM yang tertelan di dalam mesin, salah satu pelaku mendekati korban dan berpura-pura untuk menolong.

Mengetahui korban lengah, pelaku menukarnya dengan ATM lain yang telah disiapkan. Lalu, pelaku tersebut membujuk korban supaya mencoba kembali memasukkan ATM ke mesin.

”Setelah kartu ATM masuk dan tertelan mesin ATM, korban diminta memencet PIN, tetapi korban tidak mau,” kata kapolres.

Kemudian, datanglah dua pelaku lain untuk membujuk korban. Tapi korban tetap menolak. Kendati demikian, salah seorang pelaku sempat melihat kertas bertuliskan nomor PIN yang dipegang korban. Setelah itu, ketiga pelaku pergi meninggalkan toko.

Merasa curiga dengan tingkah laku para pelaku, korban segera mengecek melalui call centre bank. Betapa kagetnya korban mengetahui saldo terkuras Rp 7 juta. Dari semula Rp 7.621.000. 

”Korban segera melaporkan kejadian itu ke polisi. Kami segera bertindak mengecek lokasi kejadian dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujarnya.

Dari keterangan para saksi, lanjut kapolres, penyidik memroleh cirri-ciri pelaku.

Mengantongi cirri-ciri pelaku, anggota Satuan Reskrim melakukan pengejaran. Tidak butuh waktu lama, petugas mendapati keberadaan pelaku dan menangkap mereka saat menginap di sebuah hotel dalam kota

Untuk penyidikan lebih lanjut, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai, kartu ATM berbagai bank, 23 batang korek api, sebuah gergaji besi, telepon seluler, dan 1 unit mobil Toyota Avanza yang digunakan pelaku. “Uang tunai seharusya Rp 7 juta, tapi hanya Rp 5 juta yang kami amankan. Sisanya sudah digunakan pelaku untuk makan-makan dan sewa hotel,” jelas kapolres. 

Kini pelaku harus mendekam di sel mapolres setempat. Mereka dijerat pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Mereka terancam hukuman 7 tahun penjara. (udi/yog/ong)