JOGJA-Dugaan penipuan dan penggelapan uang jamaah umroh dan haji Biro Perjalanan Rindu Robbi akhirnya dilaporkan ke polisi. Puluhan jamaah dan bagian pemasaran (marketing) Rindu Robbi melaporkan kasus tersebut ke Markas Polda DIJ, Ring Road Utara Jogja. Mereka sebelumnya melaporkan ke Polres Bantul.

“Karena kasusnya tidak meliputi jamaah di Bantul saja, kami disarankan untuk melaporkan ke Polda DIJ,” kata salah satu Marketing PT Rindu Rahmad Robbi, Bony Azwar, kepada Radar Jogja Online.

Pokok persoalan yang dilaporkan adalah belum berangkatnya jamaah ke tanah suci sesuai jadwal, pada Mei 2016 lalu. Direktur Utama PT Rindu Rahmad Robbi, Andi Nurul Huda, menjanjikan pengembalian uang biaya umroh dan haji pada 31 Agustus 2016. Tapi hingga waktu yang dijanjikan ternyata Rindu Robbi belum mengembalikan uang jamaah.

“Yang kami laporkan Direktur Rindu Robbi. Karena sampai batas waktu yang dijanjikan untuk mengembalikan uang jamaah yang belum berangkat umroh dan haji pada Mei 2016, tidak terlaksana,” tuturnya.

Dijelaskan, total ada sekitar 50 jamaah umroh yang belum diberangkatkan dengan total kerugian sekitar Rp 1.4 M. Ditambah 15 jamaah haji dengan jumlah kerugian Rp 1.3 M. Mereka dijanjikan berangkat pada Mei 2016, tetapi sampai sekarang belum juga diberangkatkan oleh Biro Perjalanan Umroh Rindu Robbi yang beralamat di Perwita Regency Nomor A10, Jalan Parangtritis Km 3.6 Bantul.

“Jamaah menuntut pengembalian uang yang sudah disetorkan kepada PT Rindu Rahmad Robbi. Setelah sebelumnya dijanjikan akan dikembalikan pada 31 Agustus,” paparnya.

Rindu Robbi terakhir memberangkatkan jamaah umroh pada awal Mei lalu. Setelah itu tidak dapat memberangkatkan lagi dengan alasan perusahaan mengalami pailit dan sedang berusaha menjual aset-aset yang dimiliki oleh pemilik. Perusahaan travel yang berpusat di Ruko Nayu Nusukan Surakarta ini juga dilaporkan juga telah menggelapkan surat-surat berharga jamaah seperti paspor dan kartu kesehatan.

“Yang diberangkatkan Mei lalu hanya 29 orang saja. Itupun jamaah yang harusnya diberangkatkan 27 April,” ujar Bony Azwar,

Salah satu jamaah yang ikut lapor ke Polda DIJ, Ibu Waginem, 67 tahun, mengaku sedih ketika mengetahui beliau tidak jadi berangkat umroh. Jamaah yang beralamat di Galur, Kulon Progo ini berharap agar uangnya segera bisa dikembalikan, agar bisa mendaftar ke biro perjalanan lain.

“Saya menabung bertahun-tahun karena rindu dengan Tanah Suci, tapi ternyata gagal diberangkatkan,” ungkapnya.

Laporan para jamaah ini diterima petugas SPKT Polda DIY, Aiptu Agus Marwata, dengan nomor pelaporan LP/826/IX/2016 tertanggal 1 September 2016. Disarankan agar pelaporan bisa dilengkapi dengan bukti-bukti setoran yang telah dilakukan para jamaah.

Direktur Utama PT Rindu Rahmad Robbi, Andi Nurul Huda, saat dikonfirmasi ke kantor di Jalan Parangtritis tidak berada di tempat. Kantor berwarna ungu tersebut terlihat sepi dan tutup.

“Tidak ada yang berani buka kantor mas. Selain katanya karyawan belum dibayar. Mereka juga takut harus menjelaskan apa kepada jamaah, kalau ditanyakan soal pengembalian uang,” kata pria yang mengaku bernama Babahe. (bhn/dem)