JOGJA-Kontingen DIJ akan tampil se-fashionable mungkin di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016. KONI DIJ bahkan memesan khusus sepatu resmi berbahan kulit. KONI DIJ bekerjasama dengan perajin sepatu di Manding, Bantul.

Meskipun buatan lokal, KONI DIJ yakin produk sepatu tersebut tidak kalah bagus dengan merek lain. Selain itu juga bisa dijadikan kenang-kenangan bagi para atlet, pelatih, dan ofisial. “Ini sekaligus komitmen kami untuk mendukung eksistensi UMKM di DIJ. Dan ternyata mereka (UMKM, Red) memiliki produksi yang bagus. Jadi setelah PON tetap bisa digunakan,” ujar Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo di kantornya, kemarin (1/9).

Menurutnya, atribut yang akan dikenakan para anggota kontingen berjumlah 17 item. Itu meliputi sepatu Li-ning, tas ransel, tas travel, tas pinggang, dua kaos kaki, jaket, kaos, polo shirt, kemeja batik, lurik, training suit, dll.

Selain sepatu, atribut lain yang juga mengangkat produk lokal yakni batik dan lurik yang akan dikenakan saat defile kontingen di acara pembukaan PON yang akan berlangsung 17 September mendatang. KONI DIJ juga bekerjasama dengan mantan atlet DIJ, yakni Hendriansyah (mantan atlet balap motor) dan Finarsih (mantan atlet bulutangkis) dalam pengadaan atribut kontingen. “Kalau pin kami pesan dari Korea, tempat biasa pesan medali untuk Porda,”ujarnya.

Dia menambahkan, atribut tersebut pertama kali akan dikenakan saat pengukuhan atlet dan kontingen DIJ yang akan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September.

Saat pengukuhan, kontingen DIJ akan diwakilkan oleh dua pelatih yakni Nurhayati (cabor balap sepeda) dan Koko Prastyo (cabor voli pasir), serta dua atlet yakni Hendra Purnama (atlet panahan) dan Ivana Ardelia (atlet wushu). “Mereka nanti akan dipakaikan jaket kontingen oleh inpsektur upacara,. Yakni gubernur DIJ,” ujarnya.

Bendahara Umum KONI DIJ Suhartono mengatakan, sesuai dengan komitmen KONI DIJ, atribut kontingen kali ini juga akan melibatkan perajin lokal. Dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk luar. “Untuk 17 item, dananya sebesar Rp 3,2 juta. Saat ini sudah mulai kami distribusikan kepada penanggung jawab cabornya masing-masing,”ujarnya.(dya/din/ong)