SLEMAN – Polres Sleman terus mendalami kasus perampokan yang terjadi di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Berlian Bumi Arta (BBA), Kamis (25/8) siang. 

Kasatreskrim AKP Sepuh Siregar mengaku masih berupaya mengumpulkan alat bukti dan keterangan (pulbaket). Belum ada petunjuk pasti keberadaan para pelaku yang diduga dilakukan enam orang. Polisi tak hanya meminta keterangan dari saksi karyawan BPR. Warga sekitar BPR juga dimintai keterangan. “Masih kami kejar. Terus kami kembangkan perkara ini,” ujarnya kemarin (1/9).

Anggota reskrim juga masih mendalami hasil rekaman kamera 
closed circuit television (CCTV) yang dipasang di dalam bank. Juga CCTV di sisi utara dan selatan kantor BPR. “Semoga dari apa yang tertangkap CCTV ini bisa menemukan titik terang,” lanjut Sepuh.

Terkait jumlah pasti kerugian atas periswita tersebut, Sepuh menyatakan belum ada tambahan. Sejauh ini masih sesuai hasil penyelidikan, yakni Rp 250 juta. Menurutnya, perampok hanya mengambil uang di brankas. Telepon seluler milik karyawan yang sempat dirampas pelaku dibuang di sekitar lokasi kejadian. “Jumlah pelaku juga belum ada keterangan lain. Sesuai keterangan saksi ada enam orang,” katanya.

Sebagaimana diketahui, BPR BBA di Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati dirampok kawanan yang mengenakan helm dan bersenjata api, Kamis (25/8). Para pelaku menyekap seluruh karyawan. (bhn/yog/ong)