JOGJA – Selain kewaspadaan wabah virus zika masuk ke DIJ, musibah yang terjadi di Singapura ini sebenarnya peluang bagi dunia pariwisata. Jika bisa mengemasnya, wisatawan yang batal ke Singapura bisa dialihkan berlibur ke DIJ.

Ketua Association of the Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita) DIJ Udhi Sudhiyanto me-ngatakan, sejak mulai mewabahnya virus zika di Singapura belum berpengaruh signifikan. Menurut-nya, belum ada laporan penumpang dari Singapura yang membatalkan terbang ke DIJ
“Cuma yang dari DIJ ke Singa-pura mayoritas melakukan res-cheduling sejak adanya infor-masi virus zika di negeri singa tersebut,” ujarnya, kemarin (3/9).

Menurut Udhi, kondisi itu menjadi peluang bagi industri pariwisata di Indonesia, khus-usnya DIJ. “Sekarang kesempa-tan untuk mem-branding wi-sata Indonesia, termasuk DIJ. Bahwa berlibur ke Indonesia lebih aman,” jelasnya.

Udhi mengatakan, sebenarnya objek wisata di DIJ lebih lengkap dibandingkan Singapura. Bah-kan dari pengalamannya selama ini membawa wisatawan lokal ke Singapura, rata-rata yang berlibur ke sana adalah wisata-wan yang baru pertama kali ke Singapura. Setelah itu, jarang yang akan berlibur kedua kalinya ke negeri singa itu.

“Sepertinya mereka sadar di Indonesia, khususnya DIJ, se-benarnya tidak kalah dari Sing-apura,” tuturnya.

Dari segi wahana permainan, di DIJ juga sudah banyak tersedia. Untuk wisata belanja, juga mudah tersedia dengan harga yang jauh lebih murah. Bahkan DIJ unggul dalam wisata alamnya. “Singapura mengandalkan Pantai Marina. Pemandangan di sana masih kalah cantik dengan Pantai Nglambor atau Sadranan di Gunungkidul,” ujarnya berpromosi.

Tapi, diakuinya, kekurangan Indonesia dibanding Singapura adalah dalam hal teknologi. “Di Singapura banyak yang meng-gunakan teknologi, nah semen-tara di sini belum,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dis-par) DIJ Aris Riyanta juga menga-kui ada potensi menarik wisa-tawan dari Singapura. Terlebih dari Bandara Changi Singapura sudah ada penerbangan lang-sung ke Bandara Adisutjipto. Bandara Changi Singapura bia-sanya menjadi transit pener-bangan internasional.

“Tapi, tetap harus mewaspadai penyebaran virus zika yang bisa dibawa oleh wisatawan yang baru saja dari Singapura,” ingatnya.

Wisatawan dari Singapura sendiri, berdasarkan data dari Dispar DIJ, masuk lima besar. Total wisatawan mancanegara yang melancong ke DIJ pada 2015 sebanyak 308.485 orang. Paling banyak masih dari Be-landa, Jepang, Malaysia, Peran-cis baru Singapura.

“Kelima negara tersebut termasuk yang dibebaskan visa kunjungannya,” jelas Aris. (pra/ila/ong)