JOGJA – PSIM Jogja memasuki usia ke-87 Senin kemarin (5/9). Klub yang lahir pada 5 September 1929 mengadakan acara syukuran sederhana di Pendopo Monumen PSSI. Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja bisa berbangga. Sebab, mereka lahir lebih dulu berdiri daripada PSSI, yakni 19 April 1930.

Ketua Umum sekaligus Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru mengatakan, di usianya yang ke-87, PSIM telah melewati berbagai dinamika perkembangan zaman. PSIM Jogja terbukti tetap eksis di belantika persepakbolaan nasional. Namun selanjutnya yang tidak kalah penting adalah melakukan refleksi sejak lahirnya PSIM hingga saat ini.

PSIM katanya, pernah merasakan saat dibiayai APBD dan saat ini harus dapat mandiri dengan pembiayaan sendiri. Hingga akhirnya saat ini lebih konsen pada pembinaan pemain muda asal Jogja. PSIM juga menjadi kontestan di ISC B dengan rataan usia pemain termuda yakni 22,4 tahun. “Pemain-pemain kami usianya muda, butuh banyak dukungan moril dan bimbingan,” katanya.

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI DIJ Hadianto Ismangoen mengaharapkan, keberadaan skuad PSIM saat ini bisa mengulang kesuksesan skuad PSIM di zaman dahulu dan mencatatkan prestasi yang lebih baik. “Tidak menutup kemungkina nantinya akan lahir pemain tim nasional dari klub ini,” ujarnya.

Sesepuh PSIM Jogja Kardi meminta kepada para pemain untuk meneladani sejarah tim. PSIM menurutnya lahir sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sehingga kemudian membidani lahirnya PSSI di Jogjakarta. “Selalu semangat dalam bermain. Sebab PSIM lahir dari tempat paling bersejarah bagi persepakbolaan nasional. Hal itu bisa jadi bekal percaya diri untuk mengahadapi lawan,” tandasnya.

Sebagai kado bagi pelatih dan para pemain, di waktu yang bersamaan manajemen juga mencairkan gaji mereka lebih awal dari biasanya. Dengan total sekitar Rp 150 juta untuk 24 pemain, empat pemain magang, satu pelatih kepala dan dua asisten pelatih.

Manajemen juga memberikan tali asih kepada mantan pembantu umum Suparyono ‘Cunong’ yang sudah lama mengabdi kepada PSIM Jogja sejak 1969 sampai 2012. (riz/din/ong)