SLEMAN – Aksi Kriminal yang melibatkan pelajar di DIJ tampaknya semakin memprihatikan. Tidak jarang, aksi kekersan yang dilakukan pelajar di bawah umur ini menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Terbaru, terungkapnya kematian pelajar Septian Iqbal Dinaka Rofiki,16.

Kematian Iqbal sempat menjadi viral di media sosial. Keberadaan foto Iqbal yang diunggah di salah satu komunitas di Facebook sempat menjadi perbincangan hangat. Dalam foto itu tergambar kondisi kritis Iqbal bersandar dengan roti ulang tahun.

Ya, Iqbal meninggal tepat disaat hari ulang tahun yang ke-16 pada 1 September. Korban sempat menjalani perawatan intensif akibat luka pada bagian belakang kepala, setelah ditemukan tergelatak bersimbah darah di kawasan Makam Gajah, Miliran Umbulharjo pada Selasa (30/8) dini hari.

Kematian Iqbal sempat menjadi teka-teki. Banyak pihak menduga Iqbal korban tabrak lari atau aksi klithih yang memang sedang marak di Jogjakarta.

Setelah dilakukan pendalaman oleh satuan reskrm Kepolisian Polresta Jogja, pelaku pembunuh Iqbal berhasil diamankan. Ternyata, pembunuh Iqbal yakni BMI Bin Yunus,17, warga Warungboto, Umbulharjo, Jogjakarta.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono menjelaska pelaku menganiaya korban dengan menggunakan potongan cor beton yang biasa digunakan untuk menegakkan tiang bendera. Peristiwa itu terjadi pada 30 Agustus dini hari.

“Perbuatan pelaku sebenarnya dipicu hal sepele. Pelaku merasa tersinggung setelah sempat kontak mata dan berpapasan dengan korban,” jelas Tommy.

Ketika itu pelaku sempat ditegur korban karena berjalan ngebut. Pelaku ketika itu usai berkumpul bersama teman-temannya usai minum-minum.

Tidak terima ditegur, BMI kemudian membuntuti korban. Di tempat yang sepi secara tiba-tiba, pelaku menghantam kepala korban dengan potongan beton yang ditemukan di jalan. Setelah tersungkur, pelaku meninggalkan korban dan gambil tas korban untuk kemudian di buang ke sungai.

“Dari hasil pendalam dan informasi yang kami kumpulkan pelaku berhasil kami bekuk di rumahnya,” jelasnya.

Atas perbuatan tersangka dikenakan 338 KUHP sub pasal 354 ayat 2 KUHP sub pasal 351 KUHP sub 365 ayat 3 KHUP dengan ancman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu Kapolda DIJ Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat menjelaskan ketika kasus Iqbal mencuat di media sosial, pihaknya memerintahkan jajarannya untuk segera mengungkap kasus tersebut.

“Saya apresiasi karena kasus ini bisa terungkap hanya dalam waktu beberapa hari,” jelasnya.

Sementara itu melihat maraknya kasus kekerasan yang melibatkan pelajar, terutama di malam hari, Polda DIJ akan mengerahkan tim khusus yang akan melakukan sweeping terhadap para pelajang yang nongkrong pada saat jam malam. Bahkan, Kapolda menamakan tim itu dengan sebutan Tim Tekab.

“Kami akan mengusung love humanity fight the crime,” tegasnya.

Tim Tekab, nantinya berisi dari kepolisian yang ada di jajaran Polres di kabupaten/kota. Setiap harinya, jajarannya akan melakukan patroli besar di malam hari.

Bagi pelajar yang ke dapatan berkumpul di jalanan tanpa tujuan yang jelas akan segera diamankan. Untuk bisa bebas, orang tua wajib menjemput anak mereka untuk kemudian mendapatkan arahan dari kepolisian.

“Mudah-mudahan dengan cara ini keresahan yang ada di masyarakat bisa terjawab,” jelasnya. (bhn/ong)