JOGJA – Persiapan keberangkatan kontingen DIJ di PON XIX 2016, Jawa Barat terus digeber. Salah satunya mengenai pembagian uang saku bagi atlet dan ofisial. Uang tersebut secepatnya harus sudah diambil maksimal 10 September.

Wakil Bendahara Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Yulianto mengatakan, uang saku tersebut diharuskan sudah clear sebelum berangkat. “Karena itu secepatnya uang saku bisa segera diambil sebelum berangkat ke Jawa Barat,” ujarnya di kantor KONI DIJ kemarin.

Total ada sekitar Rp 1,684 miliar uang saku yang dibagikan kepada ratusan atlet dan official kontingen DIJ. Hal itu meliputi pelatih, mekanik, pengurus KONI DIJ dan karyawan. Dana yang diberikan sejak 1 September lalu, baru diambil oleh cabor berkuda dan dayung. Mengenai nilainya, dana yang diterima setiap atlet dan ofisial pun berbeda-beda, tergantung lama pertandingan yang ditempuh ketika bertanding di Jawa Barat.

Uang saku diberikan untuk biaya hidup selama perlombaan dengan nominal Rp 250 ribu per hari. Jumlahnya tergantung lama atlet bertanding mulai dari lima hari sampai 19 hari. “Kalau bisa diambil atlet langsung agar tepat sasaran,” tandasnya.

Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo mengatakan, pihaknya memutuskan untuk memberikan dana stimulan kepada atlet maupun pelatih puslatda mandiri PON XIX 2016 tersebut dengan harapan sedikit memberikan keringanan di dalamnya.

Hal itu mengingat mereka dibebani biaya kontribusi keikutsertaan PON XIX 2016 sebesar 50 persen. Sedangkan 50 persen sisanya dibantu oleh KONI DIJ. Dana itu pun diambil dari dana program training camp (TC) Februari 2016 yang tidak terealisasi mengingat dana hibah KONI DIJ baru cair pada Mei 2016. “Dialihkan ke atlet maupun pelatih puslatda mandiri setelah sebelumnya juga berdiskusi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ,” katanya.

Total ada 183 atlet dan pelatih mandiri yang mendapat dana stimulan. Masing-masing mendapat Rp 2 juta untuk periode Agustus dan September. Nominalnya mencapai Rp 366 juta. (riz/din/ong)