Penyiar Radio yang Banting Stir Menjadi Perajin Perhiasan

Perhiasan tubuh tak harus berupa emas, perak, atau berlian. Di tangan Gracy Sondang Marpaung, 29, seutas kawat bisa disulap menjadi perhiasan cantik nan elegan. Kini, Gracy mulai sering kebanjiran order, buah kelincahan tangannya.
VITA WAHYU HARYANTI, Jogja
Belajar secara otodidak melalui video aksi jewelry maker pada 2005, Sondy, begitu sapaan akrabnya, tak menyangka usahanya bakal semaju sekarang. Bahkan, produk karyanya kini mendunia. Hanya berbahan kawat, hand made buatannya mampu menembus pasar internasional. Produk yang dilabeli “Henju” ini bahkan menarik minat pasar Amerika Serikat.

Memang bukan kawat biasa. Sondy mengimpor dari Amerika Serikat. Ada tiga kawat yang dia gunakan. Gold filled, rose gold filled, dan sterling silver. Ketiganya mempunyai tingkat kekerasan yang berbeda-beda. Dari bahan tersebut Sondy membuat anting, gelang, cincin, dan kalung dengan bentuk yang sangat unik dan sederhana. Pesanan banyak datang justru dari konsumen luar negeri. Amerika Serikat menjadi pasar dengan konsumen terbesar. Dalam sebulan, mantan penyiar radio swasta di Kota Jogja itu bisa menerima 100 order. Omzetnya bisa mencapai Rp 100 juta per bulan. Kemajuan teknologi turut berperan dalam pemasaran produk perhiasan kawat Sondy. Dia mempromosikan hasil karyanya melalui situs jual beli asing, Etsy.com.

Keberhasilan itu tentu bukan tanpa halangan. Pada 2012, Sondy pernah mengalami kegagalan. Ketika itu, dia memasarkan produk hanya melalui butik-butik yang tersebar di Bali. Usahanya mulai merangkak naik setelah mendapat saran dari koleganya agar memanfaatkan Etsy.com. Hal itu ternyata benar adanya.

Situs online ini memang hanya menjual barang khusus handmade dan vintage. “Saya terbantu sekali dengan situs khusus ini. Setiap kerajinan tangan sangat dihargai nilainya,” ungkap Sondy saat disambangi kepada Radar Jogja belum lama ini. Sondy sengaja menjual karyanya dengan dolar. Itu karena target konsumennya memang orang luar negeri.

Sepintas, membuat sebuah produk sepertinya cukup mudah. Bahkan, untuk membuat satu jenis perhiasan, Sondy hanya butuh waktu antara 10-15 menit. Dengan dibantu seorang asisten saja.

Ternyata, ketekunan Sondy menggeluti produk hand made bukan tanpa alasan. Berawal dari hobinya jalan-jalan dan berwisata.

Nah, dari situ Sondy bisa menikmati waktu bebasnya untuk travelling tanpa rasa was-was dimarahi atasan. Karena dia sendiri adalah bos dalam usaha hand made-nya. . “Semua sudah sistem online. Jadi tinggal fokus ke produksi dan pengiriman saja,” tutur Sondy, yang alumnus Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Gadjah Mada.

Dalam Etsy.com, Sondy tak hanya memajang produk jadi. Dia juga menawarkan produk custom sesuai pesanan konsumen. Memasang gambar dengan kualitas bagus menjadi salah satu strategi Sondy dalam pemasaran produk. Tentu saja, kualitas barang tetap menjadi dasar penting untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Agar lebih menarik minat konsumen, Sondy mengemas produk sendiri dengan rapi. Dia juga harus memastikan keamanan produk. Karena dia memilih pengiriman jasa pos, sehingga butuh waktu berminggu-minggu sampai negara tujuan konsumen. Pesanan terbesarnya biasanya berupa hiasan untuk menyeragamkan pengiring pengantin, yang dipakai dalam suatu acara pernikahan. (yog/ong)